Berita Sumba Timur

30 Tim Sepak Bola Siap Berjibaku di Lapangan Pemuda Matawai- Waingapu

Turnamen, kata Erik diikuti oleh 30 tim dari masing-masing gereja baik GKS, GBI, geraja Katolik, Umat Islam dan sejumlah agama lainya di Pulau Sumba

30 Tim Sepak Bola Siap Berjibaku di Lapangan Pemuda Matawai- Waingapu
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Pendeta Yuli Ata Ambu sedang menyerahkan piala bergilir kepada Wakil Bupati Sumba Timur untuk diperebutkan 30 tim. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Sebanyak 30 tim sepak bola dari empat wilayah Kabupaten di Pulau Sumba yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Timur akan berjibaku memperebutkan piala bergilir turnamen antar umat beragama.

Turnamen itu sendiri diselenggarakan oleh Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Payeti. Turnamen tersebut akan berlansung sejak 1 November sampai 10 Desember 2018.

Baca: Turnamen Sepak Bola antar Umat di Waingapu! Ini Pesan Wakil Bupati Sumba Timur

Ketua BPMJ GKS Payeti Pendeta Yuliana Ata Ambu saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan turnamen antar umat yang berlangsung di Lapangan Pemuda Matawai Kota Waingapu, Kamis (1/11/2018) menjelaskan turnamen tersebut telah berlangsung sejak 4 November 2000 melewati pergumulan yang tidak sedikit ketika melihat bahwa di tempat lain masalah kerukunan antar umat beragama adalah suatu hal yang mahal.

Dan saat ini di Sumba Timur menjaga kerukunan itu karena atas kerja sama dari agama-agama yang ada.

"Sebenarnya turnamen sepak bola ini sudah berlangsung 18 kali, namun pada tahun 2015 tidak diselenggarakan dan sekarang sudah 17 kali dan tujuh kali untuk daratan Sumba," kata Pendeta Yuliana.

Pendeta Yuliana menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Sumba Timur, pemerintah di tuga kabupatrn lainya dan semua agama yang ada di Sumba yang telah mendukung dan kerja sama untuk memperlancar kegiatan turnamen itu.

"Dalam beberapa waktu lalu baru diperingati hari Sumpah Pemuda. Oleh karena itu para pemuda harus tetap menjaga kerukunan.Kita semua harus tetap menjaga kerukunan,"ajak Pendeta Yuliana.

Ketua Panitia Erik B. Hawula dari GKS Payeti Sumba Timur juga kepada wartawan menjelaskan turnamen antar umat beragama sudah berlangsung selama 17 kali untuk Sumba Timur dan 17 kali Sumba Timur.

Turnamen, kata Erik diikuti oleh 30 tim dari masing-masing gereja baik GKS, GBI, geraja Katolik, Umat Islam dan sejumlah agama lainya yang ada di pulau Sumba.

Erik juga memastikan pada tahun 2019 turnamen tersebut akan kembali digelar mengingat turnamen tersebut merupakan salah satunya untuk semakin mempererat kerukunan antar umat beragama. (*)


Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved