Berita NTT Terkini

Polisi Pastikan Sumber Ledakan di Rumah Sekretaris Pol PP TTS dari Granat Kejut

Polda NTT memastikan sumber ledakan yang terjadi di pekarangan rumah Sekretaris Pol PP TTS Drs. Istantho AE Djaha (41) berasal dari geranat kejut

Polisi Pastikan Sumber Ledakan di Rumah Sekretaris Pol PP TTS dari Granat Kejut
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan sumber ledakan yang terjadi di pekarangan rumah Sekretaris Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Drs. Istantho AE Djaha (41) berasal dari geranat kejut.

Ledakan yang terjadi di pekarangan rumah Istantho di RT05.RW.02 Kobeleta Kecamatan Kota Soe, Kabupaten TTS pada Minggu (28/10/2018) pukul 17.30 Wita itu telah menyebabkan tiga korban luka, termasuk Istantho yang mengalami luka berat pada tangan dan kaki serta bagian dagu.

Kepada wartawan, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Senin (29/10/2018) siang, di ruangannya menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda NTT dipastikan bahwa ledakan berasal dari granat kejut yang pada saat kejadian dipukul oleh korban Istantho menggunakan hamar (palu).

Baca: Warga Paumere Berdemo di Kantor Bupati Ende, Bupati Marsel Kecam Perilaku Oknum Aparat

"Terkait hasil analisa sementara dari tim Jibom Gegana Brimob Polda NTT, diduga ledakan diakibatkan oleh jenis geranat kejut," ungkap Jules.

Jules menjelaskan jenis granat kejut itu bisanya digunakan untuk kebutuhan latihan. "Granat kejut itu biasanya digunakan untuk latihan, namun dapat efektif juga mengakibatkan luka yang cukup parah ketika terjadi ledakan dalam radius dekat," kata Jules.

Baca: Tim Gegana Brimob Lakukan Olah TKP Meledaknya Benda Misterius

Terkait kepemilikan granat kejut untuk kebutuhan latihan tersebut, apakah milik TNI atau Polisi, Jules belum dapat memberi kepastian. Pasalnya, masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap oleh tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda NTT.

"Untuk saat ini kita belum tahu apakah geranat tersebut merupakan sisa Perang Dunia ataukah granat baru yang mungkin disimpan atau tercecer pada saat latihan, kita tidak mau berspekulasi, kita menunggu hasil pemeriksaan lengkap dari tim jibom," ungkap Jules.

Jules juga menyampaikan, hingga Senin siang, tim Jibom Gegana masih melakukan penyisiran dan olah TKP untuk melanjutkan melakukan pemeriksaan.

Saat ini korban Istantho AE Djaha yang mengalami luka serius di tangan kanan dan kiri serta kaki, dan dagu serta dadanya telah ditangani dan dirawat di ruang A1 IGD RS Siloam Kupang. Sedangkan dua korban lain, Naifisi Bengu (8) Alia Djaha (6) yang mengalami luka sobek pada telunjuk kanan dirawat di RSUD Soe.

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM dari pihak keluarga di RS Siloam, rencananya korban Istantho menjalani operasi lengkap hari ini (Senin, 29/10/2018) pukul 14.00 Wita di RS Siloam. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved