Berita Kabupaten TTS

Selama Tiga Hari 407 Anak Tinggal Jauh Dari Orang Tua, Ada Apa Ya?

Para siswa-siswi tersebut, didampingi para guru SMPK Sint Vianney Soe melakukan perkemahan di bumi berkemahan Boentuka

Selama Tiga Hari 407 Anak Tinggal Jauh Dari Orang Tua, Ada Apa Ya?
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak para siswa-siswi SMPK Sint Vianney Soe sedang melakukan pencarian jejak melewati kali boentuka 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE –- Sebanyak 407 siswa-siswi SMPK Sint Vianney Soe selama tiga hari harus tinggal jauh dari orang tua. Para siswa-siswi tersebut, didampingi para guru SMPK Sint Vianney Soe melakukan perkemahan di bumi berkemahan Boentuka, Desa Boentuka, Kecamatan Batu Putih terhitung sejak hari Kamis hingga Sabtu (20/10/2018) sore.

Selama tiga hari melakukan perkemahan di bumi perkemahan Boentuka, para siswa-siswi harus melakukan seluruh aktivitas secara mandiri.

Nampak para siswa-siswi SMPK Sint Vianney Soe sedang melakukan pencarian jejak melewati kali boentuka
Nampak para siswa-siswi SMPK Sint Vianney Soe sedang melakukan pencarian jejak melewati kali boentuka (POS KUPANG/GORDI DONOFAN)

Selain itu, para siswa-siswi yang sudah dibagi per kelompok, dilatih membangun kerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan tantangan maupun permainan selama berada di bumi perkemahan Boentuka.

Menariknya, walaupun tinggal jauh dari orang tua, dan harus melakukan segala sesuai secara mandiri, tidak membuat para siswa-siswi merasa sedih atau bermalas-malasan.

Baca: Ini Tujuannya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Nagekeo Launching Taman Baca

Baca: KPU TTS Mulai Susun Laporan PSU

Baca: Polri Kejar Oknum Penyebar Soal-soal Tes CPNS 2018 yang Diduga Bocor ke Publik

Baca: Meldi Keponakan Dewi Perssik Malah Didukung Jessica Iskandar dan Siti Liza, Begini Faktanya

Baca: Miliki 5 Hal Sepele Ini, Kamu Bakal Dilirik Pria dan Tak Akan Pindah ke Lain Hati, Kepoin Yuk!

Baca: Gelapkan 6 Laptop dan 5 Hp, Mahmud Lebu Ditangkap di Maumere

Justru sebaliknya, tinggal jauh dari orang tua, membuat para siswa-siswi terpacu untuk hidup mandiri. Mulai dari mengatur waktu istrahat, waktu berdoa, berolahraga hingga memasak dilakukan sendiri. Para siswa dilatih untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan selama berada di perkemahan.

Nampak para siswa-siswi SMPK Sint Vianney Soe sedang melakukan pencarian jejak melewati kali boentuka
Nampak para siswa-siswi SMPK Sint Vianney Soe sedang melakukan pencarian jejak melewati kali boentuka (POS KUPANG/DION KOTA)

Selain itu, para siswa juga dilatih untuk membangun kerja sama di dalam kelompok untuk bisa menyelesaikan tugas yang telah dipercayakan.

" Lewat Pramuka anak-anak kita kita latih untuk bisa mandiri, memiliki rasa tanggung jawab dan bekerja sama dalam kelompok. Ternyata, selama tiga hari berada di bumi perkemahan Boentuka para siswa bisa melakukan berbagai aktivitas sendiri tanpa ada campur tangan orang tua. Mereka dilatih bangun pagi sendiri, menyiapkan pakaian sendiri, masak sendiri hinga mengatur waktu berdoa sendiri. Para siswa-siswi juga dilatih untuk bertanggung jawab terhadap beban tugas harian yang sudah diberikan. Tantangan dan permainan yang dimainkan dalam bentuk kelompok, melatih anak-anak kita bagaimana melakukan kerja sama dalam kelompok. Dan hasilnya sangat bagus," ungkap Kepala Sekolah SMPK Sint Vianney Soe, Romo Johannes A. Tnomel saat ditemui pos kupang, Selasa ( 23/10/2018) di ruang kerjanya.

Baca: Carli Senang Baca Buku Di Lopo Sekolah

Baca: Bikin Iri ! Meghan Markle Kelihatan Manja Banget nih ke Pangeran Harry. Pesonanya Menjalar

Baca: Stok BBM Kosong, Warga SBD Desak Pemkab Operasi Gudang Penimbunan BBM

Baca: Kota Kefamenanu dan Empat Kota Lainnya di NTT Diprediksi Hujan Hari Ini

Ditambahkan pembina pramuka putri, Maya Lelo, para siswa-siswi sangat menikmati setiap momen selama berada di bumi perkemahan Boentuka. Tidak tersirat rasa lelah atau sedih karena harus melakukan segala sesuatu sendiri dan jauh dari orang tua.

Nampak para siswa-siswi SMPK Sint Vianney Soe sedang melakukan pencarian jejak melewati kali boentuka
Nampak para siswa-siswi SMPK Sint Vianney Soe sedang melakukan pencarian jejak melewati kali boentuka (POS KUPANG/DION KOTA)

Para siswa-siswi sangat bersemangat melakukan perlombaan memasak pangan lokal, membangun tenda, lomba membuat api unggu dan aneka perlombaan lainnya.

" Kami para guru sudah kelelahan karena seharian melakukan aneka aktivitas, ini anak-anak masih saja bersemangat. Banyak hal yang mereka dapatkan selama perkemahan. Melakukan aktivitas di alam, anak-anak diajarkan untuk menjaga dan memelihara lingkungan dengan tidak menebang pohon, membakar hutan dan tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya.(*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved