Berita Kabupaten Ende Terkini

Dirut PDAM Ende Kembalikan Uang! Proses Hukum Tetap Jalan

Meskipun tersangka kasus PDAM Ende, S telah mengembalikan uang yang merupakan hasil dari tindak pidana korupsi namun hal itu tidak akan

Dirut PDAM Ende Kembalikan Uang! Proses Hukum Tetap Jalan
pos kupang.com, romualdus pius
Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Sudarso SH 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE—Meskipun tersangka kasus PDAM Ende, S telah mengembalikan uang yang merupakan hasil dari tindak pidana korupsi namun hal itu tidak akan menghilangkan upaya hukum kepada yang bersangkutan karena pelaksanaan pengembalian uang tersebut hanya akan menjadi bahan pertimbangan bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam memberikan tuntutan dan bisa juga menjadi bahan pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan putusan apabila kasusnya naik hingga ke proses persidangan.

Baca: Sayembara Tangkap Pembuang Sampah! Kadis Pol PP Sikka Siapkan Hadiah Rp 500 Ribu

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Sudarso mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Senin (22/10/2018) di Ende ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan penanganan kasus PDAM Ende oleh pihak Kejaksaan Negeri Ende.

Baca: Begini Situasi di Kantor Nakertrans Provinsi NTT Setelah Kadis Diberhentikan Gubernur

“Saya rasa bukan hal baru karena kalau tersangka mengembalikan uang lalu akan menghilangkan tindak pidana korupsi. Hal itu tentu tidak mungkin karena memang aturan hukum sudah jelas namun pengembalian uang bisa juga menjadi bahan pertimbangan bagi JPU dalam memberikan tuntutan,”kata Sudarso.

Sebelumnya Dirut PDAM Ende, berinisial S bersama seorang stafnya atas nama MLM ditetapkan sebagai tersangka oleh jaksa pada Kejaksaan Negeri Ende setelah diduga melakukan tindak pidana korupsi pada kegiatan pemasangan sambungan langsung rumah (SLR) pada tahun 2015-2016 yang berakibat pada kerugian Negara sebesar Rp 396 Juta.

Dalam kasus itu pada tahun 2015-2016 PDAM Ende melakukan kegiatan pemasangan sambungan rumah kepada warga yang kurang mampu di Kota Ende dengan nilai untuk satu rumah dipungut biaya sebesar Rp 500 ribu.

Namun demikian dalam pelaksanaannya Dirut PDAM bersama stafnya atas nama MLM tidak menyetor secara utuh keuangan yang dipungut dari warga ke kas atau rekening PDAM Ende namun ditilep oleh mereka yang menyebabkan kerugian Negara sebesar Rp 396 Juta. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved