Berita Kota Kupang

Gubernur Viktor Inginkan IPK NTT Harus Turun

Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, SH, M. Si bertekad merubah Indeks Persepsi Korupsi (IPK) NTT menjadi lebih baik.

Gubernur Viktor Inginkan IPK NTT Harus Turun
ISTIMEWA
Gubernur NTT, Viktor Laiskodat ketika berada di Sekolah Tinggi Hukum Prof. Dr. Yohanes Usfunan, SH, M. H., Nasipanaf, Jumat (19/10/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I NASIPANAF----Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, SH, M. Si bertekad merubah Indeks Persepsi Korupsi (IPK) NTT menjadi lebih baik. Karena korupsi berkaitan erat dengan karakter manusia.

IPK NTT saat ini keempat yang terburuk dari seluruh Provinsi di Indonesia. Sebagai Gubernur dirinya menginginkan agar ke depan turun jauh tingkat persepsi publik terhadap korupsi penyelenggara negara di daerah ini.

Gubernur Viktor menyampaikan ini saat membuka Lokakarya Nasional dengan tema _Menyelamatkan NTT dari Bahaya Korupsi_ di Aula Sekolah Tinggi Hukum Prof.  Dr. Yohanes Usfunan,  SH, M. H., Nasipanaf,  Jumat (19/10/2018).

Dalam siaran Pers Biro Humas Setda NTT yang diterima POS KUPANG.COM disebutkan bahwa menurut Viktor, sedikit saja kita merem tingkat korupsi, NTT akan menjadi lebih baik. Itulah salah satu yang dimaksudkan dengan NTT Bangkit Menuju Sejahtera.

"Kita mau buktikan persepsi publik itu keliru.Korupsi itu bukan masalah undang-undang ada atau tidak, diawasi atau tidak,  tetapi tentang bagaimana karakter manusia. Kita ciptakan transparansi dengan E-Budgeting, E-Planning dan E lainnya, tapi  operatornya tetap manusia.Kalau manusianya tetap mau curang, tidak ada gunanya," jelas Viktor.

Lebih lanjut Gubernur Viktor memimpikan agar ke depannya para Aparatur Sipil Negara (ASN) di NTT untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship. Dunia birokrat itu sudah lama punya ilmu untuk menjadi manusia wirausaha.

ASN  juga boleh menjadi kaya tapi dengan cara yang benar. Dengan bekerja seperti tanam kelor, tanam bawang, semangka dan lainnya seorang ASN bisa kaya karena kegiatan seperti  itu tidak dilarang oleh Undang-Undang.

"Ini cara kita ke depan agar korupsi tidak tumbuh hebat. Saya punya mimpi kalau suatu saat, ada ASN yang ditangkap karena korupsi, itu bukan dari Pemerintah Provinsi NTT," tegasnya.(*)

 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved