Berita Nasional Terkini

Eni Beri Tahu Airlangga Hartarto soal Proyek yang Bisa Menguntungkan Golkar

Eni Maulani Saragih mengaku pernah memberi tahu Airlangga Hartarto, bahwa ada sejumlah proyek yang bisa memberikan keuntungan bagi partainya.

Eni Beri Tahu Airlangga Hartarto soal Proyek yang Bisa Menguntungkan Golkar
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww/18.
Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih (kanan) meninggalkan gedung KPK seusai diperiksa di Jakarta, Senin (24/7/2018). Eni Saragih diperiksa penyidik KPK untuk mendalami kasus dugaan suap yang ia terima dari Johannes Budisutrisno Kotjo terkait pembangunan PLTU Riau-1. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih mengaku pernah memberi tahu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, bahwa ada sejumlah proyek yang bisa memberikan keuntungan bagi partainya.

Informasi itu awalnya didapatkan Eni dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. Hal itu dikatakan Eni saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Eni bersaksi untuk terdakwa Johannes Kotjo. "Sama seperti ketika Pak Setya Novanto ada masalah e-KTP, saya menyampaikan juga pada Pak Idrus sebagai plt ketua umum. Tapi, karena ketumnya ganti, saya juga harus sampaikan pada Airlangga Hartarto," kata Eni kepada majelis hakim.

Baca: Pengelola SPDN PPI Larantuka Akui Urus BBM bagi Nelayan di Flotim Tidak Mudah

Menurut Eni, Kotjo pernah mengatakan, ada proyek dengan peluang cepat menghasilkan uang untuk Partai Golkar. Salah satunya proyek di Tanjung Jati, Jepara, Jawa Tengah.

Menurut Eni, Kotjo dan China Huadian Engineering Company Ltd berencana mengambil alih proyek tersebut.

Baca: Belasan Aktivis Eks 212 Deklarasi Dukung Jokowi-Maruf

Proyek itu sebelumnya akan dikerjakan oleh investor dari Malaysia, namun tidak jadi dilakukan. "Ini proyek yang cepat menurut terdakwa (Kotjo). Bisa gampang untuk biaya pileg dan pilpres dan sebagainya," kata Eni.

Menurut Eni, setelah pembicaraan dengan Kotjo, dia mengikuti pertemuan di kediaman Airlangga Hartarto.

Pertemuan dihadiri juga oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham dan politisi Golkar Melchias Markus Mekeng.

"Disampaikan juga di situ soal PLTU Riau 1, proyeksi Riau 2, proyeksi Tanjung Jati tadi, yang cepat, karena ini kontrak sudah ada tinggal mengganti investor itu lebih mudah, begitu Pak," kata Eni.

Dalam kasus ini, Kotjo didakwa memberikan uang Rp 4,7 miliar kepada Eni Maulani Saragih. Menurut jaksa, uang tersebut diduga diberikan dengan maksud agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Proyek tersebut rencananya akan dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.

Menurut jaksa, Eni beberapa kali mengadakan pertemuan antara Kotjo dan pihak-pihak terkait, termasuk Direktur Utama PLN, Sofyan Basir. Hal itu dilakukan Eni untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek PLTU. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved