Berita Kota Kupang Terkini

Walikota Kupang Sebut Pemasaran Ibarat Berkenalan dengan Cewek

Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, membuka program Pendampingan Kombet Kreatif di Aula Rumah Jabatan Walikota Kupang, Selasa (9/10/2018).

Walikota Kupang Sebut Pemasaran Ibarat Berkenalan dengan Cewek
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Walikota Kupang,Jefri Riwu Kore 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, membuka program Pendampingan Kombet Kreatif di Aula Rumah Jabatan Walikota Kupang, Selasa (9/10/2018).

Jefri menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan yang luar biasa dalam peningkatan ekonomi kreatif bagi masyarakat Kota Kupang.

Badan Ekonomi Kreatif, katanya, cukup mempunyai peranan besar dalam peningkatan ekonomi masyarakat Indonesia.

Baca: Pernah Gagal Merekrut TKI Secara Ilegal, MB Belum Kapok

"Kegiatan hari ini sangat strategis untuk pembangunan ekonomi kreatif di Kota Kupang, karena Kota Kupang sebenarnya tidak miskin. Kegiata usaha-usaha banyak sekali dan prodak-prodaknya bisa menghasilkan uang tapi kendala ada pada bagaimana memasarkan prodak yang dihasilkan," kata Jefri.

Dikatakannya, kelemahan inilah yang dilihat oleh Bekraf. Sebab ini tidak hanya terjadi di Kota Kupang melainkan di seluruh Indonesia.

Baca: Kematian Pati Leu di Lapas Lembata, Jamal dan Anton Divonis 4,6 Tahun Penjara

Menurutnya, kerja sama yang dilakukan Bekraf dan Tempo Institute ini sangat bagus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Karena sangat tidak mungkin orang membeli barang tanpa mengetahuinya.

Ia mengambil contoh ibaratnya berkenalan dengan cewek harus ada pendekatan terlebih dahulu, begitu juga dengan proses pemasaran harus dengan cerita.

"Selama ini kita terkendala pada pemasaran. Itulah salah satu indikasi lemahnya kita karena tidak tahu caranya," ujarnya.

Workshop ini, lanjut Jefri, akan memberikan sesuatu kepada para pelaku ekonomi untuk bisa membangun mainset mampu dan bisa memasarkan produk dengan baik. Karena produk dan pemasaran bagus tidak menjamin 100 persen hasilnya baik, namun harus mengikutsertakan pemerintah.

Diakuinya, peluang-peluang usaha yang ada di kota Kupang, pemerintah belum mampu umengikutsetakan dalam berbagai even untuk memasarkan produk tersebut.

"Pameran masih perlu dilakukan. Disamping itu juga bisa mengikutsertakan pelaku ekonomi kreatif pada even nasional agar diketahui orang. Kadang tenun ikat saja, ditenun dengan susah payah, perjuangannya luar biasa saja malah ditawarin murah karena tidak tahu cara memasarkan," katanya.

Ia berharap kegiatan ini ada hasil yang bisa diterapkan oleh pegiat ekonomi kreatif untuk meningkatkan penjualan produk mereka. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved