Berita Kota Kupang Terkini

Polisi Dalami Keterlibatan Warga Lokal dalam Kasus Pencurian yang Diduga Jaringan Palembang

Polres Kupang Kota mendalami kemungkinan adanya keterlibatan warga lokal dalam kasus pencurian yang dilakukan dua pelaku diduga jaringan Palembang

Polisi Dalami Keterlibatan Warga Lokal dalam Kasus Pencurian yang Diduga Jaringan Palembang
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
KBO Satreskrim Polres Kupang Kota Ipda I Wayan Pasek Sujana didampingi Kanit Tipidum Ipda Yance Kadiaman saat memberikan keterangan pers pada kasus pencurian oleh pelaku diduga anggota jaringan pencurian Palembang di Mapolres Kupang Kota, Senin (8/10/2018) sore. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepolisian Resort Kupang Kota terus mendalami kemungkinan adanya keterlibatan warga lokal (Kota Kupang) dalam kasus pencurian yang dilakukan dua pelaku diduga jaringan pencuri Palembang di Kelurahan Fatufeto Kecamatan Alak Kota Kupang NTT pada 1 Oktober 2018 lalu.

Kepada wartawan saat jumpa pers kasus pencurian ini di Mapolres Kupang Kota, Senin (8/10/2018) sore, Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Kupang Kota Ipda I Wayan Pasek Sujana SH yang didampingi Kanit Tipidum Ipda Yance Kadiaman menjelaskan pihaknya masih terus mendalami adanya kemungkinan keterlibatan warga lokal dalam kasus pencurian yang dilakukan oleh Chandra (29) dan Muhammad Yusuf Ritonga (30), dua warga Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

"Kita masih dalami apakah mereka merupakan bagian dari jaringan pencurian lokal (Kupang) ataukah jaringan luar. Hingga saat ini, untuk keterlibatan pelaku lokal juga masih kita dalami. Tetapi dugaan kita, mereka mungkin bagian jaringan pencurian Palembang," ungkap I Wayan.

Baca: Soal Kelangkaan BBM Jenis Premium dan Solar, Ini Komentar Manajer SPBU 03 Kefamenanu

Wayan menambahkan, pelaku Candra merupakan mahasiswa semester V salah satu PTS di Palembang sedangkan Muhamad Yusuf Ritonga berprofesi sebagai wiraswasta. Berdasarkan bukti boarding pass pesawat, kedua tersangka diketahui baru saja tiba di Kupang seminggu sebelum melakukan aksi nekat itu.

"Mereka baru tiba satu minggu sebelum pencurian, katanya tujuan ke Kupang untuk mencari kerja. Tapi dari manifes kita duga mereka bagian jaringan, ini yang sementara kita selidiki," jelas I Wayan.

Baca: 105 Kilometer Jalan Nasional di Amfoang Belum Diaspal

Wayan menceritakan kronologis pencurian bermula ketika pada Senin, 1 Oktober 2018 pukul 12.00 Wita, korban ke Bank BRI Cabang untuk menarik uang. Saat itu, tersangka Candra memantau korban di dalam bank, sedangkan Muhammad menungggu di depan bank. Saat korban keluar dan mengambil sepeda motornya, korban sempat menyimpan uang sejumlah Rp 75 juta dalam bungkusan plastik hitam ke dalam jok sepeda motor.

Dari BRI, korban terus dibuntuti. Saat korban sampai di Kantor Nasdem Kelurahan Oebobo, kedua tersangka pun mengikuti. Sekira 30 menit korban berada dalam kantor, kedua tersangka sempat berupaya untuk mencuri, tetapi karena kondisi yang ramai maka diurungkanlah niat bulus itu.

Sampai di kediaman korban, RT.11/RW.04 Kelurahan Fatufeto, korban memarkir sepeda motornya di lahan kosong depan rumah karena akses ke rumah yang terhalang.

Ketika korban masuk ke rumah untuk makan siang, saat itu terangka yang berhenti sekitar 30 meter dari sepeda motor korban langsung melancarkan aksinya. Tersangka Candra turun dan membuka jok sepeda motor korban dengan kunci T kemudian mmengambil segepok uang terbungkus kresek yang diletakan dalam jok.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help