Berita NTT Terkini

Kepala Rudenim Kupang Tegaskan Imigran di Kota Kupang Bukan Kriminal

Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang, Albertus S Fenat menegaskan, para imigran yang ada di Kota Kupang bukanlah para pelaku kriminal.

Kepala Rudenim Kupang Tegaskan Imigran di Kota Kupang Bukan Kriminal
POS KUPANG/EFLIN ROTE
Para imigran yang berasal dari Vietnam diamankan personel Dit Pol Air Polda NTT, Kamis (26/10/2017) malam. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang, Albertus S Fenat menegaskan, para imigran yang ada di Kota Kupang bukanlah para pelaku kriminal.

Mereka adalah para pengungsi yang keberadaannya diawasi langsung oleh pihak imigrasi dalam hal ini rudenim dan ditangani pemerintah daerah, kepolisian dan rudenim sendiri.

Ia meminta masyarakat bisa menerima keberadaan para pengungsi dan memperlakukan mereka dengan baik sebagai sesama manusia.

Baca: Menpar Menari Likurai di Atambua, NTT

Hal ini disampaikannya ketika ditemui POS- KUPANG.COM di ruang kerjanya di Kantor Rudenim, Liliba, Kota Kupang, Kamis (4/10/2018) siang.

Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu merasa takut dan resah dengan keberadaan para pengungsi atau imigran sebab pihak rudenim dan kepolisian terus melakukan koodinasi pengawasan.

Baca: Atraksi Kebudayaan di PLBN Motaain Akan Tarik Wisatawan Timor Leste

Masyarakat, jelasnya, dapat melaporkan pihak rudenim dan kepolisian apabila para pengungsi ini terbukti mengganggu ketertiban dan kenyamanan.

"Sejauh ini tidak ada yang mengganggu ketertiban. Mereka itu bukan kriminal jadi tidak bisa asal ditangkap dan dipenjarakan," jelasnya.

Ia merincikan, para pengungsi yang ada di Kota Kupang sebanyak 317 orang. Mereka berasal dari Afganistan (296), Bangladesh (3), Ethiopia (9), Myanmar (1), Pakistan (3), dan Sri Lanka (5).

Para pengungsi ini, jelasnya, dititipkan di Rudenim (35), Hotel Ina Bo'i (83), Hotel Lavender (102) dan Hotel Kupang Inn (97).
Para pengungsi ini berasal dari negara-negara yang mengalami pergolakan politik dan mereka hendak pergi ke Eropa dan Australia menggunakan perahu.

Halaman
123
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help