Berita Kabupaten Nagekeo Terkini

Ini Permintaan Warga Desa Bidoa kepada Pemkab Nagekeo

Pemkab Nagekeo melalui Dinas Pariwisata setempat mengadakan sosialisasi upaya peningkatan fungsi lahan Terminal Aegela

Ini Permintaan Warga Desa Bidoa kepada Pemkab Nagekeo
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana kegiatan sosialisasi upaya peningkatan fungsi lahan Terminal Aegela sebagai Zona Ekonomi Kreatif Pariwisata di Aula Kantor Desa Bidoa Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Senin (1/10/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY - Pemkab Nagekeo melalui Dinas Pariwisata setempat mengadakan sosialisasi upaya peningkatan fungsi lahan Terminal Aegela sebagai Zona Ekonomi Kreatif Pariwisata.

Sosialiasi yang digelar di Aula Kantor Desa Bidoa Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo itu dihadiri oleh beberapa stakeholder. Di antaranya Dispar, perwakilan dari Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Bappeda, Sekcam Nangaroro, Ketua PHRI Nagekeo, DPRD Nagekeo, tokoh masyarakat, tokoh adat, pelaku usaha dan warga desa Bidoa.

Sosialisasi berjalan aman dan lancar. Semua tampak aktif dalam sesi diskusi. Beberapa warga dan pelaku usaha tampak menyampaikan permintaannya kepada Pemda melalui Dinas Pariwisata Nagekeo.

Baca: Bernad Fansiena: Di Aegela Harus Ada Sesuatu yang Khas dan Unik

Pemilik Lahan, Stefanus Ngange, sangat menpresiasi upaya Dispar Nagekeo dalam rangka peningkatan terminal Aegela.

Ia mengapresiasi sejak awal mulai dari negosiasi lahan dengan Pemda, identifikasi, proses penyerahan lahan. Sampai dengan tahapan penyiapkan dokumen.

Baca: Viktor Laiskodat: PR Besar Saat Ini adalah Atasi Kemiskinan di NTT

"Ini bagian dari representasi Pemda Nagekeo melihat bagaimana pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan terutama masyarakat desa Bidoa. Rata -rata dibawa standar. Masyarakat hari ini sebagai obyek dan mengambil bagian dalam pembangunan. Ini diharapkan tidak sebatas pada konseptual, harus implementasi praktis. Mengembangkan ekonomi rakyat. Secepatnya apa yang dijadikan konsep diimplemntasikan. Terkait dengan revitalisasi terminal yang sudah 20 tahun tidak terpelihara," papar Stefanus, saat sesi diskusi, Senin (1/10/2018).

Ia mengaku pihaknya sudah menyerahkan tanah tersebut kepada Pemda secara cuma-cuma dan diharapkan Pemda tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengembangkan dan menata lahan terminal tersebut.

"Kami dengan iklas tulus menyerakan lahan 30x30 meter tersebut sesuasi dengan identifikasi untuk kepentingan masyarakat . Kami tidak mengharapkan imbalan dari Pemda Nagekeo. Kami pegang teguh pada apa yang dibuat oleh orangtua kami. Pesan kami manfaatkan lahan itu secara baik, tidak boleh berlama-lama. Desain teknis tentu sudah dalam konsep," jelas Stefanus.

Perwakilan masyarakat, Ambrosius Wasa, mengatakan, selama ini lahan terminal Aegela tidak diperhatikan. Sehingga pihaknya memberikan apresiasi kepada pihak Dispar Nagekeo.

Halaman
123
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved