Berita Kabupaten Sikka Terkini

Test Urin Dosen Unipa Negatif Narkoba

Pemeriksaan urin terhadap para dosen dan tenaga kependidikan lainnya di Unipa Maumere, Senin (14/9/2018) tak menemukan adanya unsur narkoba.

Test Urin Dosen Unipa Negatif Narkoba
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang, S.IK (kanan) merilis penggrebekan terduka ganja SFK di Mapolres Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Pemeriksaan urin terhadap para dosen dan tenaga kependidikan lainnya di Unversitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (14/9/2018) tak menemukan adanya unsur narkoba.

"Ada 145 dosen dan tenaga kependidikan yang diperiksa urin. Hasilnya semua negatif. Ada tenaga dosen yang lain tidak bisa periksa karena pada saat bersamaan mengikuti koor misa pemakaman," kata Wakil Rektor I Unipa, Dr. Gery Gobang, S.Fil, M.A,kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (27/9/2018) di Maumere.

Ia mengatakan, hasil pemeriksaan urin dilakukan oleh Laboratorum Mahardika dan diawasi Satuan Narkoba Polres Sikka memberikan referensi penting kepada pengelola pendidikan tinggi. Karena terbuka kemungkinan ada oknum dosen atau tenaga kependidikan lainnya yang bisa terjerat narkoba.

Baca: Tuntut Jokowi Perbaiki Situasi Ekonomi, Aktivis HMI Datangi Mapolda dan DPRD NTT

Pemeriksaan urin ini, demikian Gery, juga memberikan kepastian kepada pengelola Unipa bahwa dosen dan tenaga kependidikan lainnya tidak terlibat pengguna narkoba.

Pemeriksaan urin dilakukan mendadak Senin (24/9/2018) siang setelah diciduknya SFK, okum dosen program studi arsitek Fakultas Teknik, pada hari Rabu (19/9/2018) menyimpan ganja di kediaman Jalan Patirangga, Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur.

Baca: 7 Orang Calon TKI Dicekal di Bandara El Tari Kupang

Ia mengatakan,SFK akan menerima hukuman berat dari kampusnya setelah ada putusan hukuman dari aparat hukuman berkekuatan hukum tetap.

Menurut Gery, perbuatan SFK dikategorikan pelanggaran berat kode etik. Ketika melamar menjadi dosen, ia menjalani pemeriksaan bebas narkoba di rumah sakit pemerintahan. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved