Berita Kabupaten Sikka
Pasca Oknum Dosen Diciduk Kasus Ganja, 228 Dosen Unipa Test Urin
Unipa Maumere di Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menanggapi sangat serius diciduknya oknum dosen
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Euginius Mo’a
POS-KUPANG.COM|MAUMERE---Pihak Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere di Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menanggapi sangat serius diciduknya oknum dosen SFK diduga menyimpan narkotika jenis ganja, Rabu (19/9/2018) di kediamanya di Kota Maumere.
Hari Senin (24/9./2018) siang, Unipa melakukan test urin terhadap 228 dosen dan tenaga kependidikan di lembaga pendidikan dikelola Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa .
Pemeriksaan urin melibatkan Laboratorium Mahardika Maumere dipimpin Dr.Iwan, diawasi oleh Kepala Satuan Narkoba Polres Sikka, Iptu Anas dan anggota berlangsung di Aula Nawa Cita Unipa dipimpin Wakil Rektor I Unipa, Dr.Gery Gobang,S.Fil,M.A.
“Kami melakukan pemeriksaan secara mendadak. Kami sangat serius menanggangi kasus oknum dosen diciduk oleh polisi karena menyimpan ganja,” kata Gery.
Ia mengatakan, perbuatan oknum dosen merupakan tindakan dan tanggungjawab pribadi dan sama tidak ada hubungan dengan lembaga pendidikan tinggi. SFK, kata Gery, akan menerima hukuman berat dijatuhkan oleh kampusnya setelah ada putusan hukuman dari aparat hukuman berkekuatan hukum tetap.
Menurut Gery, perbuatan SFK juga dikategorikan pelanggaran berat kode etik. Ketika melamar menjadi dosen, ia menjalani pemeriksaan bebas narkoba di rumah sakit pemerintahan. ( *)