Berita Kabupaten Lembata Terkini

Anak Muda Buat Payung dari Daun Lontar, Ramaikan Festival 3 Gunung di Lembata

Sekitar 50 anak muda kreatif di Lewoleba, Kabupaten Lembata, dilatih membuat payung dari daun lontar.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Anak-anak muda sedang membuat payung Lembata di Pelabuhan Jetty Lewoleba, Senin (24/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Sekitar 50 anak muda kreatif di Lewoleba, Kabupaten Lembata, dilatih membuat payung dari daun lontar.

Pembuatan payung itu dilatih oleh manajemen Festival Payung Indonesia Heru Mataya. Pelatihan itu berlangsung di Pelabuhan Jetty Lewoleba, Senin (24/9/2018).

Untuk melatih peserta dalam kegiatan kreatif tersebut, Heru membawa sejumlah pelatih dari Klaten, Jawa Tengah. Para pelatih merupakan tenaga profesional dalam pembuatan aneka kerajinan kreatif termasuk payung berbahan dasar daun lontar.

Baca: NTT Peringkat Empat Rawan Bencana Nasional

Adalah Andre Kumanireng, seorang anak muda kreatif di Lembata, yang ikut pelatihan tersebut. Kepada POS-KUPANG.COM, dia mengatakan sangat gembira bisa mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Pada pelatihan tersebut, Andre terlihat sangat tekun. Ia menganyam daun lontar itu secara telaten hingga membentuk model yang kemudian dipasangkan pada rangka payung lontar Lembata yang terbuat dari kayu tersebut. Hal serupa dilakukan pula oleh anak-anak muda lainnya.

Baca: Tim Kampanye Nasional Tunjuk Mekeng Jadi Ketua Tim Kampanye Jokowi-Maruf di NTT

Atad aktivitas anak-anak muda kreatif tersebut, Heru Mataya, mengatakan, pelatihan yang diselenggarakan itu sebagai bagian dari partisipasi manajemen Festival Payung Indonesia dalam memeriahkan Festival 3 Gunung yang sedang berlangsung di Bukit Cinta, Kabupaten Lembata saat ini.

"Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lembata yang demikian berani melakukan terobosan menyelenggarakan festival seperti ini. Lembata punya potensi pariwisata yang andal dan bila terus dijual, maka akan membawa dampak yang signifikan bagi perkembangan daerah ini," ujar Heru.

Dia menyebutkan, baru dua hari dirinya berada di Lembata. Ia menginap di Hotel Palm Lewoleba. Ia juga telah menyaksikan langsung panorama alam Lembata saat berada di puncak Bukit Cinta. "Lembata sangat indah. Potensi seperti ini harus terus dijual supaya dikenal wisatawan mancanegara. Kalau sudah kenal Lembata, mereka pasti akan datang," ujarnya.

Tentang pelatihan pembuatan payung Lembata, Heru Mataya mengatakan, pada tahap awal, pihaknya membimbing anak muda kreatif di Lembata untuk membuat 50 payung. Hasil kreativitas anak-anak muda tersebut akan dipajangkan pada lokasi Bukit Cinta. Hal itu untuk menunjukkan kepada publik bahwa anak-anak muda Lembata juga bisa melakukan pekerjaan yang kreatif tersebut.

Payung Lembata itu, katanya, dibuat dari bambu. Kerangka payungnya berbahan dasar bambu, sementara daun lontar sebagai pemanis. Daun lontar itu dianyam kemudian dipasangkan pada rangka payung.

Payung Lembata itu, lanjut dia, dibuat secara artistik dengan nilai jual yang tinggi. Bila hal kreatif terawbut ditekuni dengan sungguh-sungguh, maka para pengrajin bisa mendapatkan hasil yang gemilang. "Dan, hal itulah yang hendak disasar dari pelatihan anak-anak muda tersebut," ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lembata, Apol Mayan, mengatakan, bambu dan pohon lontar di Kabupaten Lembata, tak terhitung banyaknya. "Di Lembata ini, bambu dan lontar banyak sekali," ujarnya.

Akan tetapi, lanjut dia, selama ini pohon lontar itu hanya disadap niranya. Daunnya pun sebatas digunakan untuk membuat aneka anyaman. Padahal bisa juga sebagai bahan pembuatan payung.

"Kami harap agar dengan pelatihan ini, anak-anak muda Lembata bisa menekuninya sebagai sebuah kreatifitas. Nilai jualnya tinggi sehingga bila dibuat secara baik, hasil yang diperoleh pun pasti menggembirakan," ujar Apol. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved