Berita Sumba Timur Terkini

10 Ekor Ternak Kuda dan Sapi Milik Delu Wulu Ratu di Hamba Praing, Sumba Timur Mati

Puluhan ekor ternak seperti sapi, kuda, dan kerbau di Hamba Praing, Sumba Timur mati akibat kemarau panjang.

10 Ekor Ternak Kuda dan Sapi Milik Delu Wulu Ratu di Hamba Praing, Sumba Timur Mati
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Petani peternak di Hamba Praing 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Akibat musim kemarau yang berkepanjangan di wilayah Sumba Timur, khususnya di Desa Hamba Praing di wilayah Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur mengakibatkan puluhan ekor ternak seperti sapi, kuda, dan kerbau mati milik warga setempat mati.

Matinya puluhan ternak tersebut bukan karena penyakit, namun karena ketiadaan makanan seperti rumput.

Warga setempat Nggaba Yani, Delu Wulu Ratu, Maria Ndai Ngana, Bangkahi serta sejumlah warga petani peternak setempat lainya kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (23/9/2018).

Baca: Ray Fernandes Siap Kampenye untuk Jokowi-Maruf

Delu Wulu Watu mengatakan, akibat musim kemarau panjang melanda wilayah itu hampir pada setiap tahun, puluhan ternak milik warga setempat mati karena tidak ada ketersediaan rumput.

"Pokoknya kalau musim kemarau panjang begini, hampir setiap tahun tenak besar seperti kuda, kerbau, dan sapi mati. Makanan rumput sudah mati semua, ternak sekarang dalam keadaan kurus dan kritis," ungkap Delu dibenarkan sejumlah warga lainya.

Baca: Nelayan Hamba Praing Sumba Timur Mengeluh Hasil Tangkapan Ikan Kurang

Delu juga mengaku pada tahun lalu, ternak miliknya berupa kuda dan sapi sebanyak 10 ekor juga ikut mati.

"Saya punya tahun lalu itu, mati sepuluh ekor sementara yang lain dalam keadaan kritis karena lapar dan badan mereka kurus. Sekarang juga sudah kurus," ungkap Delu.

Nggaba Yani juga menambahkan, ternak mati biasanya saat turun hujan pertama, dimana saat itu kondisi tanah licin sehingga saat ternak hendak turun padang jatuh dan tak bisa bangun lagi sehingga mati.

"Kalau hujan datang awal sekitar bulan November dalam kondisi licin tanahnya, saat itu ternak sudah posisi kurus sekali. Sehingga ternak hendak turun padang cari makan rumput, karena licin apalagi kondisi badan kurus dan lemah jatuh sudah. Nah kalau sudah jatuh tidak bisa bangun lagi dan langsung mati,"kata Nggaba. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved