Berita Kabupaten Lembata Terkini

Ketua PGRI Lembata Kumpulkan Kepala Sekolah, Setelah Guru Wajib Kumpul Rp 50 Ribu

Ketua PGRI Kabupaten Lembata, Yoakhim Nuba Baran berencana mengumpulkan semua kepala sekolah TK/RA, SD, SMP/MTs dan Satap

Ketua PGRI Lembata Kumpulkan Kepala Sekolah, Setelah Guru Wajib Kumpul Rp 50 Ribu
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Ketua PGRI Kabupaten Lembata, Yoakhim Nuba Baran 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Ketua PGRI Kabupaten Lembata, Yoakhim Nuba Baran berencana mengumpulkan semua kepala sekolah TK/RA, SD, SMP/MTs dan Satap dalam waktu dekat ini.

Hal itu untuk membicarakan kekompakan guru pasca munculnya kasus guru-guru diwajibkan kumpul uang Rp 50 ribu untuk mendukung acara perpisahan kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Lembata yang diselenggaralan UPTD PKO Nubatukan.

Nuba Baran mengungkapkan hal tersebut kepada POS-KUPANG.COM, di Lewoleba, Kamis (13/9/2018).

Baca: Pemkab Kupang Bahas Penyusunan Perencanaan Kawasan Perbatasan di Oepoli

Ia merencanakan pertemuan dengan para kepala sekolah dibawah dinas PKO Kabupaten Lembata itu, setelah membaca POS- KUPANG.COM edisi Rabu (12/9/2018) yang mengurai tentang dugaan pungli di UPTD PKO Kecamatan Nubatukan.

Dikatakannya, selama ini guru-guru di daerah itu amat kompak. Mereka saling mendukung satu sama lain. Bahkan bila terjadi sesuatu yang menimpa teman-temannya, guru-guru itu saling membantu. Dan, PGRI selalu berada di depan bila guru-guru dizolimi dan atau dipermainkan oknum tertentu.

Olehnya, lanjut dia, ketika ia mencermati berita tentang dugaan pungli menimpa guru-guru, pihaknya langsung mendatangi Kepala UPTD PKO Lembata, Mathias Sanga Reko dan menanyakan soal tersebut.

Kepadanya, lanjut dia, Mathias Sanga Reko telah mengungkapkan kekhilafannya dalam kasus dugaan pungli tersebut. Mathias telah mengaku salah atas apa yang telah dilakukannya.

Bahkan Mathias juga menyampaikan kepadanya bahwa acara perpisahan dengan Kepala Dinas PKO Lembata, Zakarias Paun yang rencananya dilaksanakan Jumat (14/9/2018), telah dibatalkan.

"Kepala UPTD juga sudah menyampaikan kepada saya, bahwa uang yang sudah terlanjur dikumpulkan telah dikembalikan seluruhnya ke sekolah-sekolah dan acara perpisahan itu ditiadakan. Surat pembatalan acara perpisahan juga sudah dikeluarkan dan dibagikan ke sekolah-sekolah," ujar Nuba Baran.

Mengenai motivasinya untuk menggelar pertemuan dengan para kepala sekolah itu, Nuba Baran mengatakan, saat ini terkesan para guru di terbagi dalam kelompok-kelompok. Ada yang pro, ada yang kontra, adapula yang lugu sehingga menuruti saja permintaan dari atasan.

Kondisi tersebut, lanjut dia, tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Atas dasar itulah ia ingin menggelar pertemuan dengan para kepala sekolah untuk membicarakan hal tersebut. Ke depan guru harus tetap kompak untuk kebaikan banyak orang. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved