Berita Kabupaten Sumba Barat

Kebakaran Kampung Adat Bondo Maroto, Bukti Kesakralan Adat Sangat Kuat

mensinyalir hal tu terjadi karena adanya pelanggaran secara adat terhadap kesakaralan kampung adat terutama terhadap barang keramat

Kebakaran Kampung Adat Bondo Maroto, Bukti Kesakralan Adat Sangat Kuat
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Wakil Ketua DPRD Sumba Barat, Daniel Bili, S.H

Laporan Reporter Pos-kupang.com,Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK---Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat, Daniel Bili, S.H dan anggota DPRD, Drs. Tara Watu Ora mengatakan kebakaran ritus kampung adat Bondo Maroto di Desa Kelembu Kuni, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Selasa (11/9/2018),

dan pada tahun 2017 terjadi kebakaran di Kampung adat Tarung menunjukan masih kuatnya kesakralan adat istiadat perkampungan adat Sumba Barat.

Baca: Winsto Rondo Pantau Gedung SMAN 3 Amarasi Timur yang Roboh

Baca: Seorang Perempuan Jadi Korban Pelemparan Orang Tak Dikenal di Oenopu-TTU

Keduanya mensinyalir hal tu terjadi karena adanya pelanggaran secara adat terhadap kesakaralan kampung adat terutama terhadap barang-barang keramat dalam kampung adat. Barang-barang keramat tersebut dilarang memindahkan keluar dari kampung adat kini bisa perpindah tempat.

Disisi lain dugaan kebakaran Kampung Bondo Maroto juga karena kelalaian manusia. Untuk urusan ini, sepenuhnya wewenang aparat kepolisian.

Ketua DPRD Kabupaten.Sumba Barat, Daniel Bili, S.H dan anggota DPRD Sumba Barat, Drs.Tarawatu Ora menyampaikan hal itu di kantor DPRD Sumba Barat, Rabu (12/9/2018). Keduanya mengajak segenap rakyat Sumba Barat menjadikan peristiwa kebakaran itu sebagai bahan intropeksi atau mengoreksi diri sehingga musibah tersebut terjadi setiap tahun. Bagi keduanya, percaya atau tidak percaya, hal ini terjadi. Yang namanya barang keramat, sepanjang tidak melalui ritual adat maka tidak boleh perpindah tempat, ada titik-titik tertentu dalam kampung adat yang tidak boleh dilanggar, kini bebas melintas.

Padahal tradisi itu berlangsung semenjak nenek moyang hingga kampung adat jauh dari musibah.

Untuk itu, keduanya menyarankan agar tradisi adat istiadat setiap kampung adat harus tetap dijaga demi kelestarian kampung adat dan kenyamanan hidup manusia. (*)

Area lampiran

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved