Berita Kabupaten Sumba Barat

Ini Penyebab Peran PPL Belum Maksimal! Pemerintah Diminta Fokus Beri Perhatian

nggota DPRD Kabupaten Sumba Barat menilai peran tenaga penyuluh lapangan belum berjalan maksimal terkadang menyebabkan petani gagal tanam.

Ini Penyebab Peran PPL Belum Maksimal! Pemerintah Diminta Fokus Beri Perhatian
POS KUPANG.COM/PETRUS PITER
Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat, Kedu Wawo 

Laporan Wartawan Pos-kupang.com, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK---Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat, Kedu Wawo, menilai peran tenaga penyuluh lapangan (PPL) belum berjalan maksimal sehingga terkadang menyebabkan petani gagal tanam.

Baca: OPD di Kabupaten Ende Ramai-Ramai Bersihkan Pantai dan Pasar

Padahal keberadaan tenaga penyuluh lapangan untuk memberikan bimbingan, arahan serta petunjuk teknis bercocok tanam yang baik dan benar. Penyuluhan tidak hanya kepada petani sawah tetapi juga petani ladang. Hal itu, karena selama ini kebanyakan yang gagal adalah petani ladang.

Karenanya meminta tenaga PPL yang bertugas di setiap desa agar fokus menjalankan tugas agar petani menyiapkan lahan, menanam, merawat hingga memanen berhasil baik pula.

Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat, Kedu Wawo menyampaikan hal itu di kantor DPRD Sumba Barat, Jumat (7/9/2018). Menurut Kedu Wawo, kurang maksimalnya peran ppl seringkali menyebabkan hasil panen petani baik padi, jagung dan kacang-kacangan kurang maksimal pula.

Untuk itu, ia berharap, kedepan pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat memberi fokus perhatian terhadap para petugas ppl yang berada di desa-desa agar maksimal menjalankan tugas memberi bimbingan teknis kepada petani bagaimana cara bercocok tanam yang baik dan benar baik petani sawah maupun petani ladang.

Selain itu, anggota Dewan Kedu Wawo, juga menyoroti bidang peternakan. Baginya persoalan peternakan selama ini kurang berkembang selain karena faktor pencurian juga terserang penyakit.

Disisi lain, ia meminta pemerintah memberi pengawasan ketat terhadap pemeliharaan ternak bantuan pemerintah.

Hal itu karena nasyarakat sering menyalahgunakannya. Ternak belum berkembangbiak dan sudah berpindah tangan. Hal itu tentu menyimpang dari tujuan pemberian bantuan itu.(*)

Area lampiran

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved