Berita Nasional

Dolar Melemah! Kurs Rupiah Bertahan Dikisaran Rp14.800

Seiring melemahnya nilai tukar (kurs) dolar terhadap mata uang negara lain, rupiah diperkirakan bartahan kisaran Rp14.800 per

Dolar Melemah! Kurs Rupiah Bertahan Dikisaran Rp14.800
Tribunnews.com/Herudin
Rupiah Terus Melemah, Inilah 6 Tips Saat Liburan ke Luar Negeri Tribunnews.com/Herudin Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar A 

POS KUPANG.COM - -  Seiring dengan melemahnya nilai tukar (kurs) dolar terhadap mata uang negara lain, rupiah diperkirakan bartahan pada kisaran Rp14.800 per dolar AS, setelah pagi ini  ditransaksikan antarbank melemah tipis sebesar delapan poin menjadi Rp14.881 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.873 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail di Jakarta, Jumat mengatakan pergerakan dolar AS cenderung terbatas menyusul pelemahan data tenaga kerja Amerika Serikat.

Baca: BREAKING NEWS: Warga Kobalima-Malaka Tewas Diterkam Buaya

Baca: Pagu Anggaran Kementerian PUPR Dalam RAPBN Tahun 2019 Sebesar Rp 110,73 Triliun

Ia memaparkan Moody's analytic melaporan bahwa perusahaan swasta menambah sekitar 163 ribu tenaga kerja baru pada Agustus lebih rendah dari ekspektasi.

"Pelemahan data itu memperkuat keyakinan investor bahwa The Fed tidak akan terlalu agresif untuk menaikan tingkat suku bunga," katanya.

Ia mengatakan bahwa pergerakan dolar AS yang terbatas terhadap sejumlah mata uang dunia kemungkinan akan membantu penguatan mata uang negara-negara berkembang termasuk rupiah.

"Intervensi ganda Bank Indonesia (BI) di pasar surat utang dan pasar valas diperkirakan akan juga membantu penguatan rupiah," katanya.
 
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan laju mata uang dolar AS cenderung tertahan setelah muncul kabar mengenai negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan Kanada mengalami kemajuan.

"Dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia di tengah meredanya kekhawatiran terhadap tensi perdagangan global, situasi itu mendukung permintaan aset di negara berkembang," katanya. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help