Berita Regional

Rekam Wanita Tetangganya yang Sedang Mandi, Pria Ini Ditangkap Polisi

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru, Riau, meringkus seorang pelaku tindak pidana pornografi di wilayah hukumnya.

Rekam Wanita Tetangganya yang Sedang Mandi, Pria Ini Ditangkap Polisi
KOMPAS.com/IDON TANJUNG
Pelaku kejahatan pornografi, AR, diamankan Satreskrim Polresta Pekanbaru, Rabu (29/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | PEKANBARU - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru, Riau, meringkus seorang pelaku tindak pidana pornografi di wilayah hukumnya.

Pelaku yang diketahui berinisial AR (21) mengintip seorang wanita yang sedang mandi, lalu direkam menggunakan kamera telepon seluler.

Aksi tersebut dilakukan pelaku di rumahnya di Jalan Pahlawan Kerja, Gang Ketapang, Kelurahan Maharatu, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Baca: Lakukan Pelecehan Seksual, Mahasiswa Ini Diborgol di Bagasi Kereta

Rekaman video wanita itu rencananya disebarkan ke teman-temannya melalui WhatsApp (WA).

"Pelaku mengaku belum sempat menyebarkan videonya," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (30/8/2018).

Dia menambahkan, pelaku kejahatan pornografi ditangkap pada Rabu (29/8/2018) dengan barang bukti satu unit ponsel beserta kartu memorinya.

Lebih lanjut, Bimo menjelaskan, AR ditangkap setelah dilaporkan oleh korban berinisial UL. "Pelaku merekam korban sedang mandi melalui dinding triplek bagian atas kamar mandi korban. Pelaku bertetangga dengan korban," kata Bimo.

Aksi pelaku tersebut, sambungnya, diketahui oleh korban, sehingga korban bergegas menyelesaikan mandinya dan berusaha mengejar pelaku. Namun pelaku tidak ditemukan.

"Korban dan pelaku saling kenal. Dugaan kita pelaku sudah sering melakukan perbuatan tersebut. Saat ini masih kita dalami," tutur Bimo.

Atas kejadian itu, korban melaporkan pelaku kepada pihak kepolisian. "Setelah kita lakukan penyelidikan, pelaku berhasil kita tangkap. Tersangka kini kita amankan di Polresta Pekanbaru," kata Bimo.

Dia mengatakan, tersangka AR dijerat Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat 1 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi satu Pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 1 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE). "Ancamannya 5 tahun penjara," tutup Bimo. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help