Berita Internasional

AS Ancam Bakal Serang Suriah jika Assad Pakai Senjata Kimia

Amerika Serikat ( AS) mengancam bakal mengerahkan kekuatan militer untuk menggempur Suriah.

AS Ancam Bakal Serang Suriah jika Assad Pakai Senjata Kimia
KOMPAS.com/AFP PHOTO/SANA/HANDOUT/STR
Foto dirilis pada Sabtu (14/4/2018) di situs resmi kantor berita Suriah, SANA, menunjukkan serangan udara Sekutu di pinggiran Damaskus, Suriah. Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu. 

POS-KUPANG.COM | JENEWA - Amerika Serikat ( AS) mengancam bakal mengerahkan kekuatan militer untuk menggempur Suriah.

Ancaman tersebut dilontarkan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton saat bertemu penasihat Rusia Nikolai Patrushev, seperti dikemukakan pejabat anonim.

Menurut pejabat itu, Bolton berkata kepada Patrushev bahwa Presiden Bashar al-Assad berniat menggunakan senjata kimia ke Idlib.

Baca: PLN Datangkan Petugas dari Pabrik Latih Penggunaan Peralatan Baru

"Bolton berkata, AS bakal merespon dengan serangan skala besar jika Assad memakainya," kata pejabat itu dilansir Bloomberg Jumat (24/8/2018).

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergyey Ryabkov menyatakan Kremlin sangat memperhatikan ancaman yang dilontarkan Bolton.

"Jika keadaan tak berjalan sesuai keinginan AS dan sekutunya, maka bakal timbul provokasi yang baru," kata Ryabkov.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat mengatakan dia bakal menghukum Assad jika mereka menggunakan senjata kimia.

Peringatan itu sempat terjadi dua kali. Di April 2017, kapal perang AS menembakkan 60 rudal jelajah yang menghantam pangkalan udara Suriah.

Washingtong mengulanginya kembali setahun kemudian di mana total 112 rudal Tomahawk menghantam tiga target di Damaskus.

Serangan kedua merupakan respon Trump setelah senjata kimia jenis klorin digunakan kepada kelompok pemberontak di Douma, Ghouta Timur.

Rusia sebagai sekutu Assad membantah tuduhan tersebut, dan mengatakan senjata itu digunakan organisasi Front Al-Nusra. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved