Berita Kota Kupang

DAK Reguler Kota Kupang Tertinggi di NTT

Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dan jajaran menggelar konferensi pers satu tahun menjabat sebagai walikota Kupang sejak 22 Agustus 2017

DAK Reguler Kota Kupang Tertinggi di NTT
pos kupang.com, maria ae toda
Koferensi pers 1 tahun menjabat sebagai walikota dan wakil walikota Kupang yang digelar Pemerintah Kota Kupang Jumat (23/8/2018), Jefri mengatakan proses mutasi akan dilakukan sebelum tanggal 15 September 2018. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Maria AE Toda

POS-KUPANG.COM/KUPANG- Walikota Kupang Jefri Riwu Kore dan jajaran menggelar konferensi pers satu tahun menjabat sebagai walikota Kupang sejak 22 Agustus 2017 yang lalu di ruang garuda kantor walikota Kupang Jumat (24/8/2010).

Dalam konferensi pers tersebut Jefri menyampaikan berbagai hal yang sudah, semntara dan akan dilakukan oleh pihaknya untuk memajukan Kota Kupang. Salah satu hal yang diungkapkannya adalah mengenai Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperoleh Pemkot Kupang tahun 2018 ini.

Baca: Satgas Yonif 743/PSY Bina Mental Anak Pramuka SMK Kusuma

Menurut Jefri untuk DAK Reguler Pemerintah Kota Kupang tahun 2018 ini mendapat 136.199 Miliar yang dialokasikan untuk beberapa pengerjaan antara lain Rumah Sakit Kota Kupang yang saat ini sedang dikerjakan dan juga infrastruktur berupa jalan di Kota Kupang.

Menurut Jefri sempat beredar kabar bahwa DAK reguler yang diperoleh KOta Kupang tahun 2018 ini bukanlah DAK reguler yang tertinggi karena pada tahun sebelumnya ada DAK yang diterima Kota Kupang melebihi DAK tahun 2018.

Jefri dan jajaran mengklarifikasi hal tersebut menurut Jefri apabila ada pihak yang ingin membandingkan DAK Kota Kupang tahun ini haruslah dibandingkan dengan DAK Reguler karena Kota Kupang tahun ini mendapat DAK Reguler tertinggi di NTT dan bukan jumlah DAK keseluruhan atau APBD.

'' Kita yang dapat tertinggi itu DAK Reguler bukan jumlah DAK keseluruhan. Apalagi ada yang membandingkan dengan APBD. Kalau mau banding harus sesama DAK Reguler tahun 2018 dan tahun-tahun sebelumnya,'' ujarnya.

Mneurut Jefri Dana Alokasi Khusus (DAK) terdiri dari 3 jenis yaitu DAK reguler yaitu DAK yang kegiatannya ditentukan oleh pemerintah tetapi pemerintah daerah dapat memilih untuk mengusulkan kegiatan apa yang sesuai dengan kebutuhan daerahnya dalam rangka pemenuhan standar pelayanna minimal (SPM).

Kemudian DAK Penugasan yaitu DAK yang kegiatannya telah ditentukan oleh pemerintah untuk diusulkan oleh pemerintah daerah tertentu dalam rangka pencapaian prioritas Nasional.

Sedangkan DAK Afirmatif yaitu DAK yang kegiatannya telah ditentukan oleh pemerintah, khusus untuk lokasi prioritas tertentu yang spesifik sebagai afirmasi dalam rangka percepatan pembangunan kawasan perbatasan, pulau-pulau kecil terluar dan berpenghuni, tertinggal dan transmigrasi.

'' Untuk Kota Kupang tahun 2018 ini tidak mendapatkan Dana alokasi khusus (DAK) afirmatif. Kita dapat DAK Reguler karena itu yang kita perjuangkan di sana. Saya harap kita harus cek secara baik data itu jangan langsung bicara,'' ujarnya.

Selain itu beberapa hal yang juga sedang dikerjakan dan tgerus digenjot lagi Pemkot Kupang antara lain program pelatihan yang terus dilakukan kemudian beasiswa SI dan S2, serta sistem online beberapa layanan publik yang masih dimaksimalkan untuk 1-2 tahun kedepan. Jefri juag mengakui bahwa pemrintah belum bisa mewujudkan 100 persen harapan masyarakat tapi pihaknya akan terus berusaha untuk merealisasikan harapan masyarakat Kota Kupang.

'' Kami selalu minta masukan dan saran untuk kami. Banyak hal yang belum kami kerjakan dengan baik,'' pungkasnya. (*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help