Berita Internasional

Pria Ini Minta Polisi Tangkap Sapi Jantan yang Menyeruduknya

Seorang pria di India meminta polisi di sebuah kota di negara bagian Bihar untuk menangkap seekor sapi jantan.

Pria Ini Minta Polisi Tangkap Sapi Jantan yang Menyeruduknya
KOMPAS.com/Junaedi
Ilustrasi sapi 

POS-KUPANG.COM | NEW DELHI - Seorang pria di India meminta polisi di sebuah kota di negara bagian Bihar untuk menangkap seekor sapi jantan. Dia meminta penangkapan itu setelah dikejar lalu diseruduk sang sapi hingga pria itu harus dirawat di rumah sakit.

Polisi mengatakan, Dhiraj Kumar Yadav warga desa Sahbaja, distrik Purnia, Bihar sedang bepergian pada Selasa (21/8/2018).

Saat itulah tiba-tiba seekor sapi jantan mengejarnya, lalu mengangkat, dan membanting pria itu ke jalanan.

Baca: Kasus Pemilik Mercy Tabrak Pemotor hingga Tewas, Polisi Periksa 9 Saksi

Beruntung warga desa mendengar teriakan Dhiraj lalu menangkap sapi itu dan membawa pria tersebut ke rumah sakit. Ternyata Dhiraj tidak ingin masalah itu selesai begitu saja.

Sehari kemudian dia pergi ke kantor polisi Srinagar. Di sana dia menulis pengaduan resmi terhadap sapi dan pemiliknya lalu meminta polisi menangkap hewan pemakan rumput itu.

Dhiraj beralasan sapi jantan itu telah menebar teror di desanya. Untuk menyelesaikan masalah ini, polisi memanggil pemilik sapi. Dan setelah melakukan pembicaraan, Dhiraj menarik gugatannya.

"Pemuda itu sempat meminta kami mengambil langkah tegas terhadap sapi dan pemiliknya. Namun, dia sudah mencabut gugatannya," kata perwira polisi, Chandan Kumar Thakur, Kamis (23/8/2018).

Seorang tetua desa Krishna Mohan Yadav mengakui, sapi jantan itu memang menjadi ancaman bagi warga. Menurut Krishna, sebelumnyaa pernah digelar rapat desa yang memerintahkan pemilik sapi mengikat hewan itu.

Namun, sang empunya sapi tidak mengindahkan perintah para tetua desa itu. Ini adalah kali kedua kasus semacam ini sampai ke kepolisian.

Sebelumnya, seekor anjing "disidang"setelah kepolisian Purnia menyebut hewan itu bersalah karena "mengganggu ketenteraman".

Kasus ini muncul setelaah warga kota Purnia mengajukan keluhan kepada polisi karena anjing itu sering menggonggong dan menyerang siapa saja yang melintas.

Setelah melakukan investigasi, polisi menetapkan keluhan warga benar adanya dan mendaftarkan kasus itu ke pengadilan setempat. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved