Berita Internasional

Taliban Membebaskan 160 Warga Sipil ! Tahan Aparat Keamanan

Taliban membebaskan lebih 160 penumpang sipil setelah mereka diculik dari tiga bus di utara Afghanistan tetapi tetap menahan lebih dari 20 prajurit

Taliban Membebaskan 160 Warga Sipil ! Tahan Aparat Keamanan
(REUTERS/Stringer)
Asap membubung setelah serangan bom mobil terjadi di provinsi Kunduz, Afghanistan, Selasa (10/2). Pemberontak Taliban meluncurkan sebuah serangan di markas polisi di Afghanistan utara, kata juru bicara polisi provinsi Sayed Sarwar Hosseini. Setidaknya dua polisi terluka dalam serangan tersebut, sementara lima pelaku serangan bom bunuh diri tewas dibunuh oleh pasukan Afghanistan, kata Hosseini. 

POS KUPANG.COM -  Taliban membebaskan lebih 160 penumpang warga sipil sehari setelah mereka diculik dari tiga bus di bagian utara Afghanistan tetapi tetap menahan sedikitnya 20 prajurit dan personel polisi sebagai tawanan, kata seorang pejabat pada Selasa.

Hampir 200 penumpang disandera petempur Taliban dekat Provinsi Kunduz pada Senin ketika mereka dalam perjalanan ke Kabul, ibu kota Afghanistan.

Baca: Masjid Da’arul Hijrah BTN Kolhua Distribusikan 70 Ekor Hewan Kurban


"Lebih 160 warga sipil telah tiba di rumah mereka dengan selamat tetapi sedikitnya 20 serdadu dan personel pilisi dibawa ke satu lokasi yang tak diungkap Taliban," kata Ghulam Rabani Rabani, seorang anggota dewan provinsi di Kunduz.

Kantor berita Xinhua melaporkan gerilyawan Taliban menculik tiga bus penumpang beserta lebih dari 150 penumpang di Kabupaten Khan Abad, Provinsi Kunduz, di Afghanistan Utara pada Senin, kata Gubernur Wilayah itu Hayatullah Amiri.

"Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 04.00 waktu setempat dan petempur Taliban secara paksa membawa bus itu ke desa yang mereka kuasai," kata Amiri kepada Xinhua Senin.

Ia mengatakan pasukan keamanan telah melancarkan operasi untuk menjamin pembebasan secara aman penumpang bus yang diculik.

Wakil Kepala Polisi Kunduz Safiullah Mahzon juga mengonfirmasi penculikan bus penumpang tersebut, dan mengatakan berbagai upaya telah dilancarkan untuk membebaskan semua penumpang yang disandera.

Penculikan itu terjadi cuma sehari setelah Presiden Afghanistan Mohammad Ashraf Ghani mengumumkan gencatan senjata bersyarat selama tiga bulan mulai Senin dan menyeru Taliban agar mengikuti tindakan tersebut.

Juru Bicara Gubernur Kunduz Esmatullah Muradi mengatakan, "Bus tersebut dihentikan petempur Taliban, dan para penumpang dipaksa turun lalu mereka telah dibawa ke tempat yang tidak diketahui." (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved