Berita Internasional

Pameran Kerajinan di New York, Indonesia Berhasil Gaet Pembeli Global

Sejumlah pelaku ekonomi kreatif yang mewakili Indonesia dalam pameran produk kerajinan atau kriya di New York Now, Manhattan, AS

Pameran Kerajinan di New York, Indonesia Berhasil Gaet Pembeli Global
KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA
Pameran handmade, craft, and gift New York Now di Jacob Javits Convention Center, Manhattan, New York, Senin (13/8/2018). Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif mengirim delapan pelaku UMKM handmade untuk ikut pameran tersebut. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Sejumlah pelaku ekonomi kreatif yang mewakili Indonesia dalam pameran produk kerajinan atau kriya di New York Now, Manhattan, AS berhasil menjalin kerja sama penjualan dengan berbagai perusahaan global.

Dalam pameran tersebut, Indonesia melalui Konsulat Jenderal RI di New York, Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf), Bank Indonesia (BI), serta BRI mendatangkan 17 pelaku ekonomi yang memamerkan produk khas budaya Indonesia dengan sentuhan kontemporer.

"Perusahaan-perusahaan seperti ABC Home and Carpet, Citizenry, Bloomingdales, Target, Walmart, dan perusahaan global lainnya menyampaikan rencana kerja sama dengan perajin-perajin Indonesia untuk menghadirkan produk kerajinan Indonesia di semua jaringan perusahaan mereka, di AS dan di dunia," demikian keterangan tertulis dari KJRI New York yang diterima Kompas.com pada Rabu (22/8/2018).

Baca: Pagar Lokasi Pembangunan di Rinca Dibongkar

Pameran New York Now berlangsung dari 12 sampai 15 Agustus 2018. Selain menggaet calon pembeli dari perusahaan global, belasan pelaku ekonomi kreatif dari Indonesia juga bertemu langsung dengan ratusan calon pembeli dengan latar belakang beragam, di antaranya desainer interior, butik, toko ritel, hingga perhotelan.

Setelah pameran, para pelaku ekonomi kreatif akan menindaklanjuti perkenalan mereka dengan calon pembeli dan berpotensi untuk mencapai kesepakatan berupa pembelian dalam jumlah besar.

KJRI turut mendapati sudah ada beberapa pelaku yang langsung menerima pesanan dari calon pembeli ketika pameran berjalan.

"Untuk pameran tahun ini, seluruh perajin mendapatkan pemesanan saat pameran dengan nilai total lebih dari Rp 500 juta. Penjualan akan terus berlangsung antara perajin dengan buyers potensial lainnya antara 3 sampai 6 bulan ke depan," tambah keterangan KJRI New York.

Selain menggaet calon pembeli, produk Indonesia juga meraih penghargaan, yaitu Best New Product untuk produk batik indigo.

Kemudian produk lainnya turut jadi finalis, yakni dua kerajinan asal Kalimantan Timur yang masuk sebagai finalis penghargaan produk ramah lingkungan, satu produk dari Yogyakarta sebagai display produk fair trade, dan satu produk dari Jakarta yang terpilih untuk feature eksklusif di HandEye Magazine.

"Hal tersebut merupakan bukti bahwa produk kriya atau kerajinan Indonesia dapat bersaing pada pasar kerajinan di AS pada khususnya dan bahkan untuk pasar global," sebut KJRI New York.

17 pelaku ekonomi kreatif yang mewakili Indonesia dalam pameran New York Now 2018 adalah Karya Indah Bordir (Banda Aceh), IR&IR (Sumatera Utara), Pokant Takaq (Kalimantan Timur), Batik Tenun Vi (Kalimantan Timur), Borneo Craft Collection (Kalimantan Timur), dan Desaya (Jakarta). Ada pula Noesa (Jakarta), MeLookMel (Jakarta), Sackai Bags (Jakarta), Kana Goods (Banten), Kayou (Banten), Pala Nusantara (Jawa Barat), Indo Risakti (Yogyakarta), Siji (Yogyakarta), Galeri Batik Jawa (Yogyakarta), Jenggala (Bali), dan Dewi's Silver and Gold (Bali). (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved