Berita Pahlawan dari Perbatasan

Di Balik Aksi Heroik Johny Kala Ternyata Kehidupannya Memprihatinkan, Orang ini Ungkap Faktanya

Di Balik Aksi Heroik Johny Kala Ternyata Kehidupannya Memprihatinkan, Orang ini Ungkap Faktanya

Di Balik Aksi Heroik Johny Kala Ternyata Kehidupannya Memprihatinkan, Orang ini Ungkap Faktanya
Foto Mariano untuk POS-KUPANG.COM
Johny Kala dan kedua orangtuanya di depan rumah sederhana mereka 

POS-KUPANG.COM - Di Balik Aksi Heroik Johny Kala Ternyata Kehidupannya Memprihatinkan, Orang ini Ungkap Faktanya.

Nama Yohanes Ande Kala alias Johny Kala sontak tenar pasca aksi heroiknya memanjat tiang bendera saat upacara bendera memperingati HUT RI ke 73 di Pantai Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi NTT.

Aksi heroik Johny Kala ini menuai pujian dari berbagai kalangan mulai dari Pemerintah Daerah hingga pemerintah pusat atau para petinggi di Jakarta memuji dan memberikan apresiasi terhadap aksi spontannya.

Jhony mendapat apresiasi dengan diberikan beasiswa dari PLN dan Panglima TNI hingga jenjang S1, juga pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olah Raga juga mengundang Joni beserta kedua orangtuanya ke Jakarta untuk makan siang dan juga dijadwalkan akan bertemu presiden Joko Widodo di istana Negara.

Baca: Asian Games 2018 Telah Resmi Dibuka

Baca: Daebak! MV Fire Milik BTS Sukses Raih 400 Juta Viewers!

Baca: Warga Padati Lokasi Pencarian Berto Bire yang Tenggelam di Cekdam II Manutapen

Inilah rumah sederhana Johny Kala
Inilah rumah sederhana Johny Kala (Foto Mariano untuk POS-KUPANG.COM)

Berbagai pihak menyebut aksi heroik Jhony sebagai bukti nasionalisme anak perbatasan terhadap NKRI.

Namun di balik aksi heroiknya, ada kisah pilu terkait kehidupannya sehari-hari di perbatasan RI-Timor Leste.

Kisah pilu ini diungkap oleh seorang saudaranya yang juga Ketua Lembaga Peduli Masyarakat Timor Barat Indonesia (LPMTI), Mariano Parada.

Kepada POS-KUPANG.COM di Atambua, Sabtu (18/8/2018) malam, Mariano Parada mengungkapkan, Johny Kala lahir dari sebuah keluarga yang serba kekurangan secara ekonomi.

Johny adalah anak dari seorang pejuang Timor-Timur (sekarang Timor Leste, red). 

"Ya...nasionalisme Jhony sebagai anak perbatasan apalagi anak pejuang integrasi (Timor-Timur) tentu tidak diragukan. Darah integrasi dan darah juang yang mengalir dari sang Ayahnya itu dibuktikan Jhony," kata Mariano.

Halaman
1234
Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help