Berita Gempa Lombok

Jumlahnya Bakal Terus Bertambah, Kerugian Akibat Gempa di NTB Diperkirakan Mencapai Rp 7,45 Triliun

Kerugian akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali diperkirakan mencapai Rp 7,45 triliun.

Jumlahnya Bakal Terus Bertambah, Kerugian Akibat Gempa di NTB Diperkirakan Mencapai Rp 7,45 Triliun
). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Anggota Basarnas dan relawan mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan Masjid Nurul Iman yang rusak akibat gempa bumi di Pemenang, Lombok Utara, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8/2018). Berdasarkan kesaksian warga setempat, diduga puluhan korban yang sedang melaksanakan pengajian tertimbun bangunan masjid yang runtuh akibat gempa bumi pada Minggu (5/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Kerugian akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali diperkirakan mencapai Rp 7,45 triliun. Angka tersebut sebagian besar dihitung dari kerusakan bangunan akibat gempa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, angka ini masih akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya data dampak kerusakan yang masuk ke posko.

BNPB juga akan menghitung berapa besar kebutuhan yang diperlukan untuk pemulihan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

"Tim dari Kedeputian Rehabiitasi dan Rekonstruksi BNPB masih melakukan hitung cepat dampak gempa," ujar Sutopo dalam keterangan tertulis, Rabu (15/8/2018).

Baca: Come and Hug Me, Drama Korea yang Sedih, Serem dan Romantis Banget, Rugi Kalau Gak Nonton!

Menurut Sutopo, kerusakan dan kerugian ini meliputi sektor permukiman Rp 6,02 triliun, sektor infrastruktur Rp 9,1 miliar, dan sektor ekonomi produktif Rp 570,55 miliar. Kemudian, sektor sosial Rp 779,82 miliar dan lintas sektor Rp 72,7 miliar.

Data sementara, terdapat 71.962 unit rumah rusak, di mana 32.016 rusak berat, 3.173 rusak sedang, dan 36.773 rusak ringan.

Kemudian, terdapat 671 unit fasilitas pendidikan rusak. Masing-masing 124 PAUD, 341 SD, 95 SMP, 55 SMA, 50 SMK, dan 6 SLB.

"Sektor permukiman adalah penyumbang terbesar dari kerusakan dan kerugian akibat bencana yaitu mencapai 81 persen," kata Sutopo.

Selain itu, terdapat kerusakan 52 unit fasilitas kesehatan (1 rumah sakit, 11 puskesmas, 35 pustu, 4 polindes, 1 gedung farmasi), 128 unit fasilitas peribadatan (115 masjid, 10 pura, 3 pelinggih), 20 unit perkantoran, 6 unit jembatan, dan jalan-jalan rusak dan ambles akibat gempa.

Baca: Soal Proyek Stadion Oepoi Kupang, DPRD Minta Tuntaskan Dulu Persoalan Sebelumnya

Menurut Sutopo, pembangunan kembali akan dilakukan di lima sektor yaitu, permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial dan lintas sektor. Sebagian besar pendanaan berasal dari pemerintah pusat.

Halaman
12
Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved