Berita Nasional

Ma'ruf Amin Dinilai Buat Tim Prabowo Ganti Haluan

Abdul Kadir Karding, menilai, dipilihnya Ma'ruf Amin menjadi cawapres membuat Jokowi tak lagi dicecar dengan isu agama.

Ma'ruf Amin Dinilai Buat Tim Prabowo Ganti Haluan
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Calon Wakil Presiden, Maruf Amin, tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menilai, dipilihnya Ma'ruf Amin menjadi cawapres membuat Jokowi tak lagi dicecar dengan isu agama.

Belakangan, tim Prabowo-Sandiaga Uno justru menyatakan bahwa pihaknya akan membawa isu ekonomi sebagai sorotan utama dalam Pilpres 2019 mendatang.

"Bukankah selama ini narasi agama sebagai isu politik itu selalu dari pihak-pihak lain?" ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/8/2018).

Baca: Nyapres, Ini Jumlah Harta Kekayaan Prabowo Subianto

"Ketika sekarang Kiai Ma'ruf yang dipilih Pak Kokowi, maka narasi soal serangan keagamaan itu tidak bisa lagi," sambung dia.

Seperti diketahui, Ma'ruf Amin adalah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia juga merupakan kiai dan dekat dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Karding mengatakan, timnya siap melayani "duel" isu ekonomi dengan tim Prabowo-Sandiaga Uno. Tim Jokowi-Ma'ruf Amin, menurut dia, siap menyuguhkan data-data ekonomi yang akurat.

Sebelumnya, bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno menyebut dirinya dan bakal capres Prabowo Subianto akan mengusung program kerja yang berfokus pada pembangunan ekonomi.

Fokus tersebut, kata Sandiaga, berangkat dari harapan sejumlah partai yang ingin menghadirkan pemerintahan yang kuat dan kemandirian ekonomi, khususnya stabilitas harga.

"Kami fokus ke ekonomi yang menciptakan lapangan kerja," kata Sandiaga seusai mendaftarkan diri sebagai cawapres, di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

Sandiaga mengatakan, dirinya sering turun langsung ke masyarakat. Ia mendengarkan aspirasi warga yang ingin harga bahan pokok menjadi isu utama yang digarap pemimpin Indonesia selanjutnya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved