Berita Maumere

Ignas Temukan Anne Mengapung di Kedalaman Setinggi Perut

Marrie Anne Souway (46) warga Sydney, Australia ditemukan Ignasius Kassar pada kedalaman air laut setinggi perut.

Ignas Temukan Anne Mengapung di Kedalaman Setinggi Perut
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Jasad wisatawan asal Sydney, Australia dibawa ke ruang pemulasaran jenazah RSUD dr,TC. Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Senin (13/8/2018) petang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Marrie Anne Souway (46) warga Sydney, Australia yang tenggelam di perairan Pulau Pangabatang, Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Senin (13/8/2018) siang ditemukan pertama kali oleh Tour Leader, Ignasius Kassar pada kedalaman air laut setinggi perut.
Korban ditemukan dalam posisi telungkup masih mengenakan masker, snorkeling dan sepatu renang pada kedalaman laut setinggi perut pria dewasa.

"Kami cari sangat lama di pantai. Bolak-balik cari tidak ketemu, saya juga bingung mau cari kemana lagi. Akhirnya saya sendiri yang temukan dia mengapung dan sudah meninggal. Kedalamanya hanya setinggi perut," ujar Ignas, kepada wartawan di RSUD dr.TC Hillers Maumere, Senin (13/8/2018).

Ignas mengaku sempat menekan dada korban beberapa kali dan keluar air dari mulutnya. Ternyata korban telah meninggal dunia.

Baca: 564 Caleg Siap Rebut 40 Kursi di DPRD Kabupaten Kupang

Ignas mengatakan, kematian Anne menciptakan shok yang hebat kepada rekan sekamarnya wisatawan asal Italia. Keduanya menginap sekamar sejak dari Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Ignas menjelaskan, rombongan wisatawan berjumlah tujuh orang, enam diantaranya perempuan dan satu pria berasal dari empat negara. Satu orang asal New Zeland, satu orang warga Negara Italia, dua orang asal Amerika dan tiga orang asal Australia.

Kehadiran di Maumere, pada hari kedelapan agenda tour yang dimulai dari Labuan Bajo mengunjungi Wae Rebo di Manggarai, Bajawa, Bena, Ende dan terakhir di Maumere melakukan snorkeling. Menurut rencana Selasa besok mereka bertolak dari Maumere menuju Bali dengan penerbangan Garuda.

Ignas mengaku tak menyaksikan tanda-tanda tamunya akan mengalami musibah. Ketika hendak berangkat dari Hotel Wailiti menuju Nangahale terus ke Pangabatang, Anne mengeluh sakit tulang belakang.

"Disuntik (bukan diberi obat) untuk sakit tulang belakang, kata dia suntikan paling bagus. Dia sehat walaviat, dia aman. Memang waktu mendaki di Kelimutu,dia bisa mendaki. Dia hanya diparkiran saja," terang Ignas.

"Tadi pagi dia mengeluh, dia bilang saya sudah sehat begini kok minum obat tambah parah lagi. Saya larang dia tidak usaha snorkeling," kata Ignas.

Anne mengenakan masker, snorkeling dan sepatu berenang sekitar 15-an meter dari pesisir bersama seorang wisatawan pria. Ketika jadwal makan siang tiba, kata Ignas, ia bersama nahkoda kapal menjemput lima wisatawan di tengah laut.

"Saya masih lihat dia. Saya bilang, 30 menit lagi harus ke darat. Kami mau makan. Ketika kembali menjemput (lima rekannya) saya tidak lihat lagi. Diantara kami juga tidak ada yang lihat," ujar Ignas.

Tak terlintas dalam benak Ignas tamunya telah tenggelam. Sebab Anne punya kebiasaan bila bertemu sesama wisatawan selalu lama ngobrol. Anne tak kunjung muncul. Ignas menemukanya sendiri, Anne mengapung di atas air.

Jasad Anne, disimpan di ruang pendingin RSUD dr.T.C.Hillers Maumere menunggu kedatangan pihak asuransi. Pengurusan jenazah akan ditangani oleh pihak asuransi asal Australia dan Bali dari RSU Maumere menuju Bali seterusnya ke Sydney. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved