Berita Regional

Heboh, di Sumba Timur Ada Batu Batako 'Berkelamin' Yang Diciptakan Tonce de Fretes

Heboh, di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur NTT Ada batu batako 'Berkelamin' yang diciptakan oleh Tonce de Fretes. Seperti apa bentuknya?

Heboh, di Sumba Timur Ada Batu Batako 'Berkelamin' Yang Diciptakan Tonce de Fretes
net
batako 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Heboh, di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur NTT Ada batu batako 'Berkelamin' yang diciptakan oleh Tonce de Fretes. Seperti apa bentuknya?

Jika anda ingin membangun rumah permanen atau membangun gedung kantor, ada batu batako gaya baru buatan Tonce de Fretes warga Kelurahan Hambala Kecamatan Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur.

Selama ini mungkin hanya terkenal dengan batu batako yang biasa yang sudah lazimnya, namun batu batako yang kini dengan gaya baru ciptaan Tonce yang memiliki kelamin jantan dan betina.

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, 13 Agustus 2018, Leo Bikin Keputusan Tegas, Zodiak Lain Bagaimana 

Baca: Akui Kesalahan dan Minta Maaf, Tak Akan Dilakukan 4 Zodiak Ini

Tonce kepada POS-KUPANG.COM, Senin (13/8/2018) mengatakan, cetakan batu batako dengan jantan dan betina tersebut ia belajar dari temannya di Kanada.

Kata dia, bahwa pembuatan dinding tembok lebih hemat semen dan pasir dibandingkan batako yang lazimnya digunakan.

Batu batako baru jenis jantan dan betina buatan Tonce de Fretes.
Batu batako baru jenis jantan dan betina buatan Tonce de Fretes. (POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO)

Selain itu saat pasang dinding tembok bangunan tanpa harus menggunakan senar atau water pass lagi, namun tinggal keker saja sudah lurus.

Baca: Member KPop BTS Jin Pernah Diselingkuhin Pacarnya, Ini 17 Rahasia Hidupnya

Baca: Kisah Dibalik Persiapan Konser KPop BTS Love Yourself Answer 25 Dan 26 Agustus 2018

"Ini kalau orang yang awam bukan tukang juga lincah saja pasang. Tinggal batu batako jantan di masukan ke lubang format batako betina dan susun seterusnya sudah rapih, tampa harus batunya muncul keluar lagi," kata Tonce.

Namun Tonce mengaku, saat pencetakan batu tersebut membutuhkan waktu yang sedikit lama dan juga sedikit memakan material semen karena kualitasnya berbeda, tentu harganya pun berbeda. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help