Berita Larantuka

Gandeng DMO Flores, Dinas Pariwisata Flotim Berdayakan Masyarakat Desa Pariwisata

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Flores Timur tengah membenahi destinasi unggulan Pantai Mekko Kecamatan Witihama Adonara.

Gandeng DMO Flores, Dinas Pariwisata Flotim Berdayakan Masyarakat Desa Pariwisata
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Direktur Pengembangan DMO Flores Andreas Dhena didampingi Kabid Pemasaran dan Kemitraan pada Dinas Pariwisata memberi pencerahan kepada masyarakat tentang tata kelolah pariwisata berbasis masyarakat di Aula Desa Pledo Witihama Kamis (9/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Flores Timur tengah membenahi destinasi unggulan Pantai Mekko Kecamatan Witihama Adonara.

Tempat wisata pasir putih ini menjadi destimasi unggulan Flotim dan telah banyak dikunjungi wisatawan manca negara, terutama kapal-kapal pesiar.

Untuk memberdayakan stakeholders terkait pengelolaan pariwisata Mekko, Dinas Pariwisata Flotim, Kamis (9/8/2018) membekali masyarakat Pledo dan desa-desa sekitarnya pemahaman tentang pengelokaan pariwisata.

Baca: Airport Security Committee Sepakat Tingkatkan Keamanan Bandara

Bertempat di Aula Kantor Desa Pledo, Direktur Pengembangan Destination Management Organization (DMO) Flores Andreas Dhena sebagai mitra Pariwisata'>Dinas Pariwisata Flotim berbicara tentang tata kelolah pariwisata berbasis masyarakat.

"Dengan kegiatan ini kita harapkan masyarakat mulai peesiapakan diri terutama untuk pengembangan tempat wisata Mekko," kata Kabid Pemasaran dan Kemitraan pada Pariwisata'>Dinas Pariwisata Flotim, Sil Kabelen, Kamis (9/8/2018).

Sil Kabelen mengatakan yang diundang bukan hanya masyarakat di tempat pariwisata, tapi masyarakat desa lain sebagai desa penunjang tempat wisata.

"Kita juga undang kelompok kreatif, kelompok organisasi bangkit muda-mudi Pledo, para kepala desa dan stakeholders terkait lainnya," kata Sil Kabelen.

Dengan mempersiapkan masyarakat berbagai pemahaman tentang tata kelolah pariwisata, masyarakat mulai berpikir ambil peran dan tidak menjadi penonton.

"Pendampingan pemberdayaan kepada masyarakat baru tahap awal, kegiatan sampai akhir tahun nanti," kata Sil Kabelen. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help