Berita Kota Kupang

Undana Kupang Adakan Pembukaan Kegiatan Menyambut Dies Natalies Undana Kupang Ke-56

Civitas akademika Undana yang terdiri dari, pimpinan, dosen, mahasiswa, dan pegawai hadir mengikuti pembukaan perayaan dies natalis ke-56

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Undana Kupang Adakan Pembukaan Kegiatan Menyambut Dies Natalies Undana Kupang Ke-56
ISTIMEWA
Pelepasan empat ekor burung merpati oleh masing-masing, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr.drh. Maxs U. E. Sanam, M.Si, Dekan FKP Undana Dr.Ir.Marcelin Dj.Ratoe Oedjoe, M.Si, Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan, Ir. Benny J. Pandie dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Undana, Ny.Ir. Grace Benu-Alle di pelataran gedung rektorat Undana Penfui, Kota Kupang, Jumat, (3/8/2018)

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Nusa Cendana (Undana) ke-56 yang puncaknya jatuh pada tanggal 1 September mendatang, civitas akademika Undana yang terdiri dari, pimpinan, dosen, mahasiswa, dan pegawai hadir mengikuti pembukaan perayaan dies natalis ke-56 di pelataran gedung rektorat Undana Penfui, Kota Kupang, Jumat, (3/8/2018)

Demikian siaran pers yang diterima POS-KUPANG.COM pada Jumat siang, kegiatan tersebut ditandai dengan pelepasan empat ekor burung merpati oleh masing-masing, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr.drh. Maxs U. E. Sanam, M.Si, Dekan FKP Undana Dr.Ir.Marcelin Dj.Ratoe Oedjoe, M.Si, Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan, Ir. Benny J. Pandie dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Undana, Ny.Ir. Grace Benu-Alle.

Dr. drh. Maxs U. E. Saman, M.Sc, Wakil Rektor Bidang Akademik dalam sambutannya menegaskan, Dies Natalis ke-56 Undana merupakan momentum bagi semua civitas akademika Undana untuk memaknai spirit founding fathers (para pendiri) Undana pada masa lalu.

Ia mengatakan, usia 56 tahun menandakan masa yang bukan muda dan bukan juga terlalu tua. “Jika kita padankan dengan usia karir ASN (Aparatur Sipil Negara) maka masa persiapan pensiun. Artinya umur cukup dewasa dan banyak hal yang telah dialami,” ujarnya.

Ia menambahkan, perjalanan sejarah Undana Kupang cukup panjang dan sudah banyak memberikan kontribusi, khususnya kontribusi sumber daya manusia kepada Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Indonesia pada umumnya.

Dijelaskannya, Undana dari Generasi “Baby Boomers” hingga “Alpha”, lanjut Maxs, jika Undana masuk 100 tahun, maka 100 tahun menurut ahli sosial, ada lima generasi yang lahir. Pertama, generasi “baby boomers”. Menurutnya, jika Undana lahir 1 September 1962, maka Undana lahir dalam massa generasi yang di sebut Baby Boomer.

“Baby boomer itu kelahiran 64 ke bawah, dan kalau sekarang ini (pendiri Undana) semuanya sudah pensiun, bahkan mungkin sudah tak ada lagi,” ungkapnya

Kedua, lanjut Maxs, generasi X. adalah generasi kelahiran 1960-1980. Menurut Maxs, sebagian besar dosen dan pegawai Undana saat ini lahir pada tahun itu.

"Generasi ini lahir di masa transisi dengan segala pergolakannya dengan segala infrastruktur yang ada. Undana mungkin waktu itu lahir dengan ruang kuliah terbatas, gedung dibangun dengan sistim melebar, kalau sekarang sistim naik ke atas. Generasi ini juga mendidik mahasiswa dengan segala dukungan sarana parasarana yang tentunya sangat terbatas. Kita tentu masih ingat papan tulis berwarna hitam dan tulis dengan kapur barus berwarnah putih,” jelas Maxs yang juga mantan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Undana itu.

Lanjut Maxs, generasi berikutnya yakni generasi ketiga, generasi Y. Generasi ini juga disebut sebagai generasi millennium (1980-2000). Menurutnya, generasi “High Teck” yang sudah familiar dengan teknologi, dimana sudah ada handpone (hp) konvensional dan komputer, "Dan sebagai dosen kita ada dalam kategori mulenium,” katanya.

Lanjut Maxs, generasi Keempat yakni generasi Z. Generasi ini, lahir pada tahun 2000 hingga kini. "Ini sangat cepat sekali, karena smarthphone, youtube, facebook dan lainnnya. Nah, tantangan seperti ini Undana harus sadar akan siapa yang akan mengurus dan diurus oleh Undana,” ujarnya.

Dikatakannya, Generasi X dan Y tidak Bisa Diurus dengan Gaya “Baby Boomers”. Generasi Y dan X tidak bisa diurus dengan gaya generasi X atau baby boomers.

“Kita terutama yang generasi X ini harus sadar, siapa yang kita urusi, jangan sampai kita masih urusi generasi Y dan X dengan pola pikir generasi X dan baby boomers,” tandasnya.

Kelima, Generasi Z, atau generasi Alpha. Generasi yang lahir tahun 2010- ke atas, akan segera ada di Undana.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved