Berita Prakiraan Cuaca

Selain Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Ini Potensi Lain yang Timbul Akhir-akhir Ini

Ternyata bukan hanya Angin kencang dan juga gelombang tinggi yang terjadi potensi kebakaran hutan dan lahan juga terjadi.

Penulis: Maria Enotoda | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, MSc Phd 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria A E Toda

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Akhir-akhir ini angin kencang dan gelombang tinggi terus saja terjadi dan bahkan BMKG memprediksikan kondisi ini akan berlangung hingga tanggal 26 Juli 2018 nanti. Ternyata bukan hanya Angin kencang dan juga gelombang tinggi yang terjadi potensi kebakaran hutan dan lahan juga terjadi.

Hal ini diungkapkan kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, melalui siaran pers yang diterima POS-KUPANG.COM, Minggu (22/7/2018).

Baca: Ini Ajakan Kasat Lantas Polres Ngada kepada Pengendara Sepeda Motor

Dwikorita mengatakan sebagian wilayah Indonesia masih cukup kering atau minim potensi hujan terutama di wilayah yang rawan kejadian kebakaran hutan dan lahan seperti provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatra Selatan, Provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

" Dari indeks kemudahan terjadinya.kebakaran ditinjau dari analisis parameter cuaca selama seminggu kedepan terpantau di wilayah Riau, Jambi dan Sumatera Selatan terjadi peningkatan luasan wilayah potensi kebakaran hutan dan lahan. Sedangkan di wilayah Kalimantan Barat dan kalimantan Tengah terjadi penurunan luasan wilayah potensi kebakaran," ujar Dwikorita.

Selain itu peringatakmn kewaspadaan juga dikeluarkan BMKG yaitu waspada terhadap kemungkinan huja. disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh. Kemudian waspada kenaikan tinggi gelombang. Dwikorita mengingatkan agar masyarakat menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda.

"Masyarakat dan kapal-kapal terutama perahu nelayan dan juga perahu perahu kecil agar tidak memaksakan diri melaut serta tetap siaga dan waspada dalam melakukan aktivitas pelayaran," ujarnya.

Tak lupa juga ia mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap potensi bencana kabut asap. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved