Berita Manggarai Barat

Hari Ini Warga Labuan Bajo Masih Sulit Dapat Pertalite dan Premium

Hingga Sabtu (21/7/2018), warga Labuan Bajo masih sulit untuk mendapatkan BBM jenis pertalite dan premium, khususnya di SPBU Sernaru.

Hari Ini Warga Labuan Bajo Masih Sulit Dapat Pertalite dan Premium
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Antrian untuk pengisian BBM di Labuan Bajo, Kamis (19/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Hingga hari ini, Sabtu (21/7/2018), warga Labuan Bajo masih sulit untuk mendapatkan BBM jenis pertalite dan premium, khususnya di SPBU Sernaru.

Untuk mendapatkan bahan bakar itu, warga harus antri bahkan harus berjam-jam.
"Hari ini kali kedua saya antri untuk dapat BBM. Kali pertama dua hari lalu. Untuk pertalite sebenarnya masih bisa beli di penjual eceran tetapi sangat terbatas. Kalau premium memang harus antri di SPBU," kata Anwar yang ikut antri di Sernaru.

Baca: Sekali Makan Raffi Ahmad Habiskan Uang Rp 13 Juta, Ternyata Ini Menunya

Sementara Pengawas SPBU Sernaru, Imosensius Bandarmas, mengakui bahwa antrian selalu terjadi hampir setiap saat sejak tanggal 1 Juli 2018.

"Hari ini masih seperti kemarin, masih terjadi antrian panjang. Khususnya bagi para pembeli pertalite dan premium," kata Imosensius, Sabtu siang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pengiriman BBM ke SPBU dari Depot Reo tersendat-sendat sejak tanggal 1 Juli 2018.

"Biasanya dalam satu hari total BBM yang dikirim 40 ribu liter. Terdiri dari premium 8 ribu liter, solar 16 ribu liter dan pertalite 16 ribu liter. Sedangkan sejak tanggal 1 Juli 2018, pengriman premiun 8 ribu liter, solar 8 ribu liter dan pertalite 8 ribu liter. Kadang-kadang pertalite sampai 16 ribu liter tetapi itu karena ada titipan untuk Polair," kata Pengawas SPBU Sernaru, Imosensius Bandarmas.

Disampaikannya, kebutuhan minimal BBM bagi warga di SPBU itu per harinya minimal 35 ribu liter.

Turun drastisnya jumlah pengiriman BBM kata dia mulai terjadi saat peralihan transportir.
"Sebelumnya malah lebih dari 40 ribu liter yang dikirim per hari. Bisa sampai 48 ribu liter, sesekali bisa 45 ribu liter. Sejak peralihan transportir, menjadi turun drastis," kata Imosensius. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help