Berita Manggarai Barat

BBM Habis di Labuan Bajo, Ini Akibatnya

Kamis siang (19/7/2019), Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Labuan Bajo habis, seperti di SPBU Sernaru. Akibatnya kendaraan antre di SPBU

BBM Habis di Labuan Bajo, Ini Akibatnya
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Sejumlah kendaraan antre untuk mendapatkan bahan bakar di Labuan Bajo, Kamis (19/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Kamis siang (19/7/2019), Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Labuan Bajo habis, seperti yang terjadi di SPBU Sernaru. Akibatnya kendaraan pun antre di SPBU.

"Siang ini premium, solar dan pertalite sudah tidak ada, kosong. Stok kami di Depot Reo masih ada tetapi pihak transportirnya tersendat-sendat dalam pengiriman. Tunggu sebentar malam lagi baru ada karena kendaraan pengangkutnya malam baru tiba," kata Pengawas SPBU Sernaru, Imosensius Bandarmas kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (19/7/2018).

Baca: Putar Perdana Film 22 Menit, Kapolda NTT Nonton Bareng PJU dan Wartawan di Cinemaxx

Disampaikannya bahwa sejak tanggal 1 Juli 2018, pengiriman BBM oleh transportir dari Depot Reo jumlahnya turun drastis. Akibatnya sejumlah kendaraan antre di SPBU hingga malam hari.

Sebelumnya diberitakan, pengiriman BBM ke SPBU itu dari Depot Reo tersendat-sendat sejak tanggal 1 Juli 2018.

"Biasanya dalam satu hari total BBM yang dikirim 40 ribu liter. Terdiri dari premium 8 ribu liter, solar 16 ribu liter dan pertalite 16 ribu liter. Sedangkan sejak tanggal 1 Juli 2018, pengriman premiun 8 ribu liter, solar 8 ribu liter dan pertalite 8 ribu liter. Kadang-kadang pertalite sampai 16 ribu liter tetapi itu karena ada titipan untuk Polair," kata Imosensius.

Disampaikannya, kebutuhan minimal BBM bagi warga di SPBU itu per harinya minimal 35 ribu liter.

Turun drastisnya jumlah pengiriman BBM kata dia mulai terjadi saat peralihan transportir.
"Sebelumnya malah lebih dari 40 ribu liter yang dikirim per hari. Bisa sampai 48 ribu liter, sesekali bisa 45 ribu liter. Sejak peralihan transportir, menjadi turun drastis," kata Imosensius. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help