Berita Nasional

Uang dan Barang Berharga Tenaga Ahli Staf Kepresidenan Hilang karena Dicuri, Kok Bisa?

Kasus hilangnya uang dan barang berharga yang dialami tenaga ahli di kantor Staf Kepresidenan, Armedya Dewangga (26), karena aksi pencurian.

Uang dan Barang Berharga Tenaga Ahli Staf Kepresidenan Hilang karena Dicuri, Kok Bisa?
KOMPAS.COM
Kombes Pol Hengki Haryadi saat melakukan press conference, Kamis (4/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Pihak kepolisian menyatakan kasus hilangnya uang dan barang berharga yang dialami tenaga ahli di kantor Staf Kepresidenan, Armedya Dewangga (26), karena aksi pencurian.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi memastikan, yang bersangkutan bukan korban pembegalan.

Baca: Sopir Tertidur, Mobil Tabrak Pejalan Kaki, 1 Orang Tewas

"Ini bukan begal ataupun perampokan yang identik dengan pencurian dan kekerasan. Modusnya penipuan dengan memberikan informasi kepada korban bahwa bannya gembos. Artinya, ini masih masuk kategori pencurian dengan pemberatan atau pencurian biasa," kata Hengki, kepada wartawan, Kamis (5/7/2018).

Armedya sebelumnya mengaku kehilangan sejumlah barang berupa macbook, sebuah tas, hardisk milik Kantor Staf Kepresidenan, pin Sekretariat Militer Istana Kepresidenan, kartu nama Kantor Staf Presiden, dan uang tunai senilai Rp 3,3 juta, dari mobilnya di kawasan Gajah Mada, Jakarta Barat.

Berdasarkan informasi yang diterima Kompas.com, pada hari kejadian pukul 16.50 WIB, Armedya keluar dari kawasan Istana Kepresidenan dan menuju ke arah Kota Tua melalui Jalan Gajah Mada.

Sesampainya di pertigaan Jalan Gajah Mada dan Jalan Mangga Besar, ada pengendara lain yang memberitahukan bahwa ada bagian mobil Armedya yang rusak. Ia sempat tak menggubris. Namun, ketika ada pengendara lain lagi yang mengingatkan Armedya terkait hal yang sama, ia memutuskan menepikan mobilnya di sekitar Gedung Citywalk, Gajah Mada.

Informasi itu menyebutkan, sejumlah barang milik Armedya diambil oleh sejumlah orang saat ia sedang memeriksa kondisi mobil. Pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah benar harsdisk yang diambil berisi dokumen negara.

"Kami akan dalami, korban belum kita periksa. Hari ini kita minta diadakan pemeriksaan, sampai hari ini belum datang," tutur Hengki. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help