Pilkada Serentak 2018

AHY Sebut Kemenangan di Pilkada Jatim Karena Tokoh yang Dijagokan

Agus Harimurti Yudhoyono menilai Jawa Timur sebagai kisah sukses dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018.

AHY Sebut Kemenangan di Pilkada Jatim Karena Tokoh yang Dijagokan
KOMPAS.COM
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) silaturahmi di Kediaman Khofifah Indar Parawansa, Jemur Wonosari, Surabaya, Minggu (1/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | SURABAYA - Agus Harimurti Yudhoyono menilai Jawa Timur sebagai kisah sukses dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018.

Padahal, kata AHY, bila dikalkulasi, jumlah konstituen partai politik pengusung pasangan Khofifah-Emil sekitar 42 persen. Masih kalah dengan pesaingnya, Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno.

Sedangkan berdasarkan perolehan suara yang didata KPU sampai hari ini, Khofifah-Emil unggul 53,63 persen.

Baca: Percikan Api Mengenai Kasur, 4 Rumah Ludes Terbakar

Artinya, menurut AHY, ada peningkatan dari jumlah konstituen. Di sisi lain, dia melihat ada pergeseran suara sekitar 11,6 persen dari pasangan nomor urut 2 yang berpindah ke pasangan nomor urut 1.

"11 persen ini adalah peningkatan yang signifikan. Ini juga menjadi pelajaran berharga dalam kontestasi politik ke depan, termasuk dalam Pemilu 2019," kata AHY di kediaman Khofifah, Minggu (1/7/2018).

Kalau dikalkulasi secara kuantitatif, bila jumlah partai politik pengusung lebih besar secara konstituen atau elektoral, seharusnya paslon punya modal besar untuk menang. Tetapi hasilnya bisa saja tidak serupa atau tidak match.

"Sekali lagi kembali kepada tokoh dan figur yang dijagokan ataupun diusung oleh parpol-parpol tersebut. Kami bersyukur Bu Khofifah dan Emil dapat meraih suara yang signifikan dan dukungan yang solid," katanya.

Tentunya, masyarakat tidak dapat dipaksa ketika mereka lebih menyukai tokoh tertentu dibandingkan tokoh lainnya.

Kesamaan visi, misi, karakter, kapasitas, dan integritas, disebut AHY sebagai salah satu faktor menentukan dalam pemilu. Karena itu, keberadaan tokoh sangat penting ketika bertarung dalan kontestasi politik.

Tetapi sinergi dari seluruh partai politik pengusung, tim sukses yang terdiri dari relawan maupun simpatisan, dan elemen-elemen lain harus menjadi satu kesatuan dalam perjuangan ini.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved