Ini Keyakinan Andre saat Tampil di Kejuaraan Kempo di Bali
atlet kempo putra dan putri ini siap untuk berlaga di Kejuaraan Shinji Kempo Terbuka Mangura Cup di GOR Purna Krida Kerobokan, Badung, Bali
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM-RICKO Wawo
POS-KUPANG.COM-KUPANG-Suasana Gedung KONI NTT, Jalan Gor Flobamora, Kota Kupang tampak ramai sejak pukul 05.00 Wita. Beberapa kendaraan roda dua dan empat terparkir di halaman depan gedung itu. Di dalamnya, sekira 40-an kenshi sedang berpeluh berlatih ketangkasan bela diri.
Dengan seragam putih-putih, atlet berusia remaja dan dewasa itu serius mengikuti arahan pelatih. Walau keringat mengucur deras, semangat dan tekad untuk berlatih jelas terpancar dari wajah mereka.
Para atlet kempo putra dan putri ini siap untuk berlaga di Kejuaraan Shinji Kempo Terbuka Mangura Cup di GOR Purna Krida Kerobokan, Badung, Bali, 28 Juni-01 Juli 2018.
"Latihan capek juga. Hanya memang kami target juara," kata atlet kempo Kota Kupang Andre Sogo (22) saat ditemui Pos Kupang di sela latihan di Gedung Koni Provinsi NTT, Rabu, (30/6/2018).
Andre menjelaskan target juara dalam kejuaraan kempo yang akan diikuti semua Kabupaten/Kota di Indonesia ini merupakan target yang realistis. Pasalnya, Perkemi Kota Kupang sendiri sudah menggelar latihan rutin selama 4 bulan sejak Februari lalu. Jadwal latihan, katanya, kembali diperpadat menjelang hari kejuaraan dimulai yakni tiga kali sehari. Pada pagi hari para atlet bela diri ini sudah mulai berlatih pada pukul 05.00 -06.00 Wita. Kemudian dilanjutkan pukul 08.00-11.00 Wita dan terakhir pukul 16.00-19.00 Wita.
"Kadang juga (durasi latihan) melebihi jam yang dijadwalkan," katanya.
Andre yang sudah berlatih kempo sejak kelas 3 SD ini optimis tim kemponya mampu memberikan hasil terbaik di ajang Mangura Cup ini.
"Orang tua selalu mendukung. Saya juga sudah sering juara," ujarnya merekah senyum.
Bersama Boni Rohi (20), Antonius Wungo (20) dan Deviar Toh (20), Andre akan bertanding di kelas beregu dewasa.
Rekan Andre lainnya, Boni Rohi mengungkapkan hal senada. Dengan jangka waktu persiapan yang cukup lama ini, ia sangat yakin para kenshi Kota Kupang dapat merebut juara dalam kejuaraan bertajuk 'Dengan Semangat Persaudaraan Kita Tingkatkan Kesatuan NKRI.'
Kenshi yang sudah menggeluti olahraga bela diri ini sejak tahun 2004 ini menyebutkan, setiap hari mereka selalu berlatih teknik dasar seperti pukulan (cuki) dan tendangan (geri), kuncian dan bantingan.
"Kalau pelatih minta kami untuk berlatih kekompakan. Karena dalam beregu harus ada kekompakan," tandasnya.
Selain untuk membela diri, olahraga kempo ini, demikian Boni, mengajarkan kepadanya bagaimana menjaga kekompakan, jiwa korsa dan persaudaraan.
Kenshi lainnya, Lazim Djati (21), yang akan bertarung di kelas Randori 65 Kg mengungkapkan dalam kejuaraan Mangura Cup ini, mereka datang sebagai juara bertahan. Menurutnya, di kancah nasional, kontingen dari NTT merupakan unggulan dan selalu diperhitungkan. Oleh karena itu, kualitas dan kuantitas latihan semakin hari harus semakin baik.
"Lawan berat lainnya itu dari DKI Jakarta, NTB dan Kalimantan Timur," tandasnya.
Sedangkan, Sekretaris Umum Pengprov Perkemi NTT, George Hadjoh saat dihubungi terpisah menjelaskan kenshi yang mengikuti kejuaraan ini merupakan atlet lapisan kedua dan ketiga sehingga kejuaraan Mangura Cup ini bisa memberikan pengalaman bertanding dan prestasi bagi para kenshi. (*)