NASA Ubah Kotoran Manusia Menjadi Makanan, Sehatkan Dimakan?

NASA ubah kotoran manusia menjadi makanan yang bisa dimakan, bagaimana caranya, sehatkah?

Shutterstock
Toilet di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) 

POS-KUPANG.COM - NASA ubah kotoran manusia menjadi makanan yang bisa dimakan, bagaimana caranya, sehatkah?

Belakangan ramai perbincangan soal Andrich, alat yang mampu mengolah limbah tinja menjadi air bersih di Indonesia. Terobosan ini mungin terdengar aneh dan janggal.

Namun, tak ada yang tak mungkin dalam dunia sains.

Buktinya, sudah sejak 2011 NASA menggelontorkan 200.000 dollar setiap tahunnya selama tiga tahun untuk mengubah kotoran manusia menjadi makanan layak dikonsumsi astronot.

Baca: Kesal dengan Jerawat di Punggung, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Baca: Jerawat Pasir Sangat Mengganggu, Usir Dia Dengan Cara Sederhana Ini

Beberapa bulan lalu ilmuwan Penn State juga mengumumkan temuan penting yang dapat mengubah kotoran manusia, yakni tinja, menjadi makanan untuk para astronot. 

"Konsepnya mirip seperti Marmite atau Vegemite, di mana Anda makan olesan 'mikroba lengket'," kata Christopher House, ahli geologi dai Penn State yang memimpin penelitian tersebut.

Sejauh ini, kotoran manusia masih menjadi masalah dalam misi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Di ISS, air urin para astronot telah berhasil disaring dan didaur ulang menjadi air minum layak konsumsi.

Sementara untuk tinjanya, sejauh ini hanya dibuang bersama sampah lain yang akan terbakar di atmosfer bumi.

Menurut para ahli, ada beberapa tahapan yang harus dilalui untuk mengubah tinja menjadi sesuatu yang bisa dikonsumsi dan tetap aman.

Baca: Sudah Usia 40 Tahun Masih Jerawatan, Apa Penyebabnya, Yuk Tangani dengan Cara Ini

Baca: Cari Tahu Apa Yang Bikin Setiap Zodiak Kesal dan Marah, Jangan Lakukan Ya

Baca: Zodiak Sebut, Kalau Marah Pisces Sering Sakiti Diri, Zodiak Lain Bagaimana?

"Kami mengumpulkan limbah padat dan cair dari para astronot dan semuanya dimasukkan ke dalam reaktor bersama dengan campuran bakteri untuk menghancurkan kotoran," kata Lisa Steinberg, pengawas laboratorium Delaware County Community College, kepada NPR.

"Campuran itu akan menghasilkan gas metana, kemudian diumpankan ke jenis bakteri kedua yang dapat menumbuhkan 52 persen protein dan 36 persen lemak," imbuhnya. Hasil daur ulang kencing dan tinja itu akan menumbuhkan bakteri Methylococcus capsulatus.

Di Bumi, bakteri itu dimanfaatkan untuk pakan ternak. Hingga saat ini sistem tersebut terus diuji agar dapat mencegah pertumbuhan mikroba berbahaya di antara bakteri yang dapat dimakan.

Baca juga: Astronot Keempat yang Menginjak Bulan Meninggal Diberitakan KOMPAS.com sebelumnya, para ahli membuat peternakan mikroba dalam lingkungan basa, pH 11.

Di lingkungan ini, mereka mampu menumbuhkan bakteri dengan kadar protein dengan kadar 15 persen dan mengandung lemak 7 persen.

Baca: Berikan Cincin Lamaran Berbentuk Ini Kepada Pasanganmu Berdasarkan Zodiaknya

Baca: VIDEO: 14 Hari Hilang, Ternyata Perempuan Ini Ada Dalam Perut Ular Piton

Para ahli juga menaikkan suhu lingkungan mikroba menjadi 70 derajat Celcius untuk mencegah patogen.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved