Pilgub NTT

Debat Terakhir Tutup Masa Kampanye Pilgub NTT, Persiapannya Pilgub 75 Persen

berakhirnya debat pada 23 Juni 2018, maka tak ada kampanye lagi karena akan memasuki masa tenang selama tiga hari, yakni 24,25 dan 26 Juni

Debat Terakhir Tutup Masa Kampanye Pilgub NTT, Persiapannya Pilgub 75 Persen
pos kupang.com, edy hayon
uru Bicara KPU NTT, Drs. Yosafat Koli bersama Sekretaris KPU, Ubaldus Gogi dan Ketua Bawaslu NTT, ketika acara jumpa pers soal APK di KPU NTT, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG -- Debat ketiga atau debat terakhir pilgub NTT pada 23 Juni 2018, sekaligus menutup rangkaian masa kampanye selama 129 hari.
Persiapan penyelenggara untuk debat ketiga ini sudah ? mencapai 75 persen.

Hal ini disampaikan Juru Bicara KPU NTT, Yosafat Koli kepada Pos Kupang, Senin (18/6/2018).

Menurut Yosafat, debat terakhir pada 23 Juni 2018 ? itu sekaligus menutup masa kampanye yang sudah dilakukan selama 129 hari.

"Jadi untuk debat kali ini, sekaligus akhir dari rangkaian hari kampanye dan ini yang terakhir pada 23 Juni. Kita harapkan paslon bisa memanfaatkan momentum ini agar bisa menarik hati pemilih," kata Yosafat.

Dijelaskan, dengan berakhirnya debat pada 23 Juni 2018, maka tidak ada kampanye lagi karena sesudah debat ketiga, akan memasuki masa tenang selama tiga hari, yakni tanggal 24,25 dan 26 Juni 2018.

"Ini debat pamungkas, karena itu, kita harapkan paslon bisa memanfaatkan waktu secara baik dalam menyampaikan visi misi dan program berkaitan dengan sektor pendidikan dan kesehatan. Debat ini masih digelar di Jakarta dan juga disiarkan secara langsung oleh iNews TV," katanya.
Soal saksi, ia mengatakan, merupakan hal yang penting, karena saksi akan melakukan pengawasan dan hadir selama pelaksanaan mulai pemungutan suara dan pehitungan suara sampai perekapan di semua tingkatan.

"Saksi ini tentu sesuai regulasi maka maksimal dua orang setiap TPS dan untuk berada di dalam TPS hanya satu orang dan saling bergantian apabila saksinya ada dua, karena tidak boleh dua-dua saksi itu berada di dalam TPS," katanya.

Dikatakan, saksi maksimal dua orang dan bisa secara bergantian ?ada di dalam TPS.
Ditanyai soal saksi untuk pilgub dan pilkada khususnya di 10 kabupaten, ia mengatakan, kondisi ini akan menjadi perhatian KPU, karena bagi 10 kabupaten yang menggelar pilkada, maka ada saksi di kabupaten dan juga saksi untuk pilgub.

"Tentu mekanismenya akan diatur secara teknis oleh teman-teman KPU di 10 kabupaten?. Kita harapkan pelaksanaan pilkada agar berjalan lancar,"ujarnya.

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe berharap dalam debat ketiga atau debat terakhir? ini keempat paslon lebih santun dan tidak saling serang privasi sesama paslon.
"Kita berharap keempat paslon gunakan waktu secara baik, apalagi ini debat terakhir, karena dengan debat juga bisa menarik simpati masyarakat NTT untuk menentukan pilihan," kata Maryanti.

Terkait persiapan, ia mengakui, pihaknya sudah melakukan tatap muka dengan paslon dan tim, kemudian kordinasi dengan panelis soal materi yang disiapkan agar sesuai dengan tema.
Sedangkan soal panelis, ia mengakui, untuk debat ketiga, panelisnya semua perempuan. Ketiga panelis itu, masing-masing Fredrika Tada Hungu,Engelina Nabuasa dan Prof. Dr. Mien Ratoe Oedjoe, M.Pd. "Kita harapkan pula dengan hadirnya tiga panelis perempuan bisa beri warna tersendiri pada debat ketiga," ujarnya. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved