John Ola Senang Akan Keberagaman di Ajang Pesparani NTT
John Ola (44), peserta asal Lembata mengaku senang dengan keberagaman yang tampak jelas dalam momen pembukaan Pesparani.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Richardus Wawo
POS-KUPANG.COM | KUPANG - John Ola (44), peserta asal Lembata mengaku senang dengan keberagaman yang tampak jelas dalam momen pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) ini.
"Baru kali ini kita berkumpul sebagai umat katolik tetapi semua agama juga terlibat dalam acara ini," kata John sebelum acara defile di depan kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari, Kupang, Kamis (24/5/2018) siang.
Baca: Peserta Kegiatan Pesparani Menggunakan Pakaian Adat Daerah Masing-masing
Ia menambahkan hajatan ini merupakan bentuk konkret dari toleransi yang luar biasa.
Mansur Fabianus (59) dari Manggarai Barat juga mengungkapkan hal senada. Ia bersyukur karena bisa melihat keberagaman budaya dan bahasa dari berbagai daerah di NTT.
Sementara itu, Margareth, peserta dari Alor juga tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya bisa hadir di Kupang untuk mengikuti Pesparani.
Pukul 13.25. Para peserta dari beberapa kabupaten mulai berdatangan dan memenuhi pelataran depan Kantor Gubernur NTT, Jalan El Tari, Kota Kupang. Setiap peserta dari berbagai kontingen mengenakan pakaian adat daerah masing-masing.
Tampak para peserta yang sudah datang dari Kota Kupang, Kabupaten Sikka, Manggarai Barat, Lembata, Nagekeo, Kabupaten Alor dan Flores Timur. Sambil menunggu acara defile, mereka mengisi waktu dengan melakukan foto bersama dan swafoto dengan latar belakang gedung Kantor Gubernur NTT.
Kemeriahan dan kegembiraan menghiasi acara defile siang itu. Para peserta juga tampak saling berbaur satu sama lain dan berbincang bersama sebelum defile dibuka oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.
Dipimpin langsung oleh Rm. Amanche, sudah siap juga drumband dari SMPK St. Yoseph Kota Kupang. Selain itu, anak anak Madrasah Aliyah Negeri Kupang juga akan memeriahkan defile dengan atraksi drumband mereka.
Kabupaten Alor dan Sumba Barat juga membawa alat musik tradisional masing masing untuk memerihkan acara pembukaan.
(*)