Setelah Pembacaan Dakwaan Jaksa, Dua Terdakwa Kasus Korupsi Dana Desa di TTU Ditahan

Pengadilan Tipikor Kupang menggelar sidang perdana kasus korupsi dana desa di Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Selasa (22/5/2018).

Setelah Pembacaan Dakwaan Jaksa, Dua Terdakwa Kasus Korupsi Dana Desa di TTU Ditahan
POS-KUPANG.COM/Tommy Mbenu Nulangi
Terdakwa Edwin Liem selaku Direktur CV Era Glonal saat hadir dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (22/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang menggelar sidang perdana kasus korupsi dana desa di Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Selasa (22/5/2018).

Sidang kali ini menghadirkan dua terdakwa yakni Edwin Liem selaku Direktur CV. Era Glonal dan Yohanes Sumu yang berperan sebagai Kepala Desa Lanus, di Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten TTU.

Baca: Ini Tanggapan Plt Kepala BNP3TKI Kupang Terkait Penanganan Human Trafficking di NTT

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri TTU, Wefrid Foe, dalam membacakan dakwaan untuk terdakwa Edwin Liem mengatakan bahwa, akibat perbuatan terdakwa selaku direktur CV. Era Global sebagai pihak penyedia bahan dan peralatan pembangunan embung Kiufaubena, Desa Lanus, Tahun 2016 telah menguntungkan terdakwa sebesar Rp. 179.365.000.

"Yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara yang nyata dan pasti sebesar jumlah tersebut," Wefrid.

Wefrid menjelaskan, perbuatan terdakwa diatur dan diancam dengan pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindakan Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindakan Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat ke 1 KUHP.

Sementara untuk terdakwa Yohanes Semu, tambah Wedfrid, bahwa akibat perbuatan terdakwa melawan hukum yang dilakukan oleh terdakwa telah memperkaya terdakwa Yohanes Semu sebesar Rp. 141.166.222.

Wilfrid menegaskan, perbuatan terdakwa diatur dalam pasal 2 ayat 1 UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindakan Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindakan Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat ke 1 KUHP.

Setelah mendengar bacaan dakwaan JPU, Hakim Ketua Fransiska Paula Dari Nino mengatakan, guna kepentingan pemeriksaan perkara tersebut, maka kedua terdakwa ditahan di rumah tahanan kelas 1A Kupang selama 30 hari.

" Demi kepentingan pemeriksaan perkara ini terdakwa kami tahan di rumah tahanan kupang selama 30 hari kedepan," tegas Fransiska.

Pantauan POS-KUPANG.COM, terdakwa Edwin Liem didampingi oleh Kuasa Hukumnya Fransisco Bernando Bessi, SH.,MH, sedangkan terdakwa Yohanes Semu tak didampingi kuasa hukumnya. Jalannya sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Fransiska Paula Dari Nino dan kedua anggota yakni Gustaf Marpaung dan Muhtarom. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved