Gila! Perempuan Dalam Aksi Terorisme Sudah Ada Sejak tahun 1960

Gila! Perempuan yang terlibat dalam aksi terorisme sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960-an.

Gila! Perempuan Dalam Aksi Terorisme Sudah Ada Sejak tahun 1960
jatim.tribunnews.com
Dita Supriyanto dan Puji Kuswati; rumah keluarga Puji Kuswati di Banyuwangi 

POS-KUPANG.COM - Gila! Perempuan yang terlibat dalam aksi terorisme sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960-an.

Dalam tataran global, perempuan dan aksi terorisme sudah marak sejak tahun 1960-an. 

Mia Bloom, guru besar studi keamanan di Universitas Massachusetts, Lowell, di AS, memaparkan secara mendalam hasil risetnya dalam buku berjudul,“Bombshell, Women and Terrorism”.

Mia lakukan riset berdasarkan kejadian di sejumlah negara, dari Irlandia Utara, India, Srilanka, Indonesia, Inggris, Jerman, Timur Tengah sampai Amerika Serikat.

Baca: Tiga Pelaku Ditembak, 1 Polisi Dibacok, 2 Wartawan Terluka di Mapolda Riau

Baca: Sedih, di Celana Dalam Bocah Pelaku Bom Bunuh Diri yang Selamat Itu Ada Tulisan Begini

Baca: Anak Perempuan Ini Lakukan Bom Bunuh Diri Sebab Diajarin Doktrin Kek Gini oleh Ayahnya

Dalam buku itu, Mia menemukan bahwa sejak 1985 sampai 2008, perempuan pengebom terlibat dalam 230-an serangan teror. 

Ini mencakup seperempat dari jumlah serangan teror yang terjadi dalam kurun waktu itu.

Jumlah perempuan yang terlibat aksi teror meningkat 800 persen.

Data yang dikumpulkan oleh sebuah lembaga pemikir Israel, yaitu Institut Studi Keamanan Nasional, sebanyak 137 dari 623 teroris yang terlibat dalam serangan teror selama 2017, adalah perempuan.

Untuk kasus Israel, mereka menganggap serangan kepada negerinya, yang banyak dilakukan pihak Palestina, adalah serangan teroris. 

Padahal ini konflik politik menyangkut perebutan hak atas tanah air yang diakui oleh kedua pihak dan diperebutkan sampai kini.

Halaman
12
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help