Dandim Alor Sayangkan Adanya Lahan Potensial Dibiarkan Tidur

Dandim Alor sangat menyayangkan adanya lahan yang begitu potensial dengan sumber air melimpah dibiarkan sebagai lahan tidur bertahun-tahun.

Dandim Alor Sayangkan Adanya Lahan Potensial Dibiarkan Tidur
ISTIMEWA
Anggota TNI dari Kodim 1622 Alor saat menanam padi di Desa Kamot Kecamatan Alor Timur Laut, Senin (14/5/2018). 

POS-KUPANG.COM | KALABAHI - Komandan Kodim (Dandim) 1622 Alor, Letkol Inf. Daniel Budi Marwanto, SE memberikan arahannya kepada ratusan warga masyarakat di Desa Kamot saat menghadiri kegiatan karya bakti TNI optimalisasi lahan pertanian, Sabtu (12/5/2018), di Desa Kamot Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor.

Jeftan Bunda, dari Kodim Alor dalam rilisnya yang diterima POS-KUPANG.COM, Senin (14/5/2018), menjelaskan, dalam arahannya Dandim sangat menyayangkan adanya lahan yang begitu potensial dengan sumber air melimpah dibiarkan sebagai lahan tidur bertahun-tahun.

Hal ini disampaikan setelah mendapatkan laporan dari Komandan Koramil 1622-03 Maritaing melalui Babinsanya.

"Hal ini tentu membuat desa ini tidak akan maju dan makmur kalau punya lahan potensial tapi dibiarkan menjadi hutan yang tidak memberikan hasil apa pun," kata Dandim.

Dia mencontohkan keunggulan desa-desa yang ada di Kabupaten Kupang dengan lahan pertanian seperti Desa Oesao dan Desa Naibonat juga di Manggarai dengan pertanian dan wisatanya, dan masih ada desa lainnya
yang mampu menggerakkan perekonomian dan wisata di desanya karena kreativitas.

"Saya berharap para pemuda di desa ini turut menggerakkan perekonomian desanya. Pemuda yang memiliki keahlian dibidang pertanian, perikanan, peternakan dan perekonomian, setelah mendapatkan gelar diatas supaya
kembali ke desa, bangun desa kalian dengan keahlian sesuai gelar kalian. Kami punya ilmunya maka kalian harus mampu menonjolkan diri sebagai motivator melalui kreatifitas kalian," katanya.

Para pemuda desa harus cepat dan perlu memahami cara menghadapi perkembangan yang lagi tren, terutama Sumber Daya Manusia (SDM) yang penuh inovatif dan cepat merespon perubahan. Membuat sesuatu produk unggulan dari desa yang memiliki daya saing untuk dipromosikan lebih luas. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved