Ternyata yang Menyeret Benyamin Blikololong ke Dasar Laut Adalah Ikan Pari yang Ditikamnya Sendiri

Awalnya Benyamin menikam ikan pari lalu ia berenang kembali ke perahu agar bisa naik ke atasnya.

Ternyata yang Menyeret Benyamin Blikololong ke Dasar Laut Adalah Ikan Pari yang Ditikamnya Sendiri
ISTIMEWA
Suasana pencarian nelayan Lamalera, Benyamin Blikololong 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Perjalanan hidup Benyamin Blikololong, rupanya harus berakhir di tengah laut saat anak manusia itu diseret ikan pari raksasa ke dasar laut pada Jumat (11/5/2018) siang.

Penangkapan ikan pari yang berujung maut itu terjadi sangat dramatis. Awalnya Benyamin menikam ikan pari lalu ia berenang kembali ke perahu agar bisa naik ke atasnya.

Baca: Nelayan Lamalera Lembata Ini Hilang Diseret Ikan Pari, Bagaimana Nasibnya?

Saat itu korban telah memegang buritan perahu namun gagal naik ke atasnya. Ia lantas berenang lagi ke arah haluan, dan saat itu sebagian badan sudah berada di atas perahu. Hanya kedua kaki yang masih di dalam laut.

Baca: Tinju Adat di Nagekeo Ini Wujud Syukur kepada Tuhan. Sanksi Bagi Pelanggar 1 Ekor Kerbau

Entah kenapa, tiba-tiba simpul tali nilon yang salah satu ujungnya terikat pada tempuling yang tertancap di tubuh ikan pari, meliliti kaki Benyamin. Seketika itu juga korban ditarik ke dasar laut oleh ikan pari raksasa itu menghilang.

Baca: Satu Desa di TTS Belum Nikmati Bansos Rastra Tahap I, Desa Apa Ya?

Menghadapi situasi yang menegangkan tersebut, para nelayan yang satu perahu dengan korban, lantas membuat isyarat. Mereka meminta bala bantuan untuk merapat ke perahu dan sama-sama mencari korban.

Setelah Benyamin menghilang di telan laut, para nelayan itu sempat berusaha mencari korban dengan berputar-putar di sekitar lokasi kejadian. Beberapa jam lamanya sesama nelayan itu berusaha menemukan kembali korban di tempat itu.

Namun usaha itu sia-sia. Lantaran telah beberapa jam lamanya, sementara arus laut semakin kencang, para nelayan itu lantas kembali ke darat dengan tangan hampa.

Mereka tidak saja pulang tanpa membawa ikan pari dikejar beberapa jam sebelumnya, tetapi juga mereka kehilangan Benyamin Blikololong, sang juru tikam yang handal di antara para nelayan Lamalera.

Sejak Jumat (11/5/2018) sampai dengan saat ini, para nelayan setempat masih tetap mencari korban. Mereka tidak saja mencarinya di tengah laut, tetapi juga menyisir tepi pantai selatan Pulau Lembata.

Diperoleh informasi, upaya pencarian korban dilakukan sampai beberapa hari ke depan. Apabila dalam pencarian tersebut korban tak juga ditemukan, maka tetua adat desa itu segera melakukan seremoni adat. Sesuai tradisi setempat, mereka akan mengganti nyawa korban dengan siput untuk selanjutnya dimakamkan. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help