Mahasiswa Tuntut Keadilan dan Kebebasan, Begini Respon Direktur Politani Kupang

Direktur Politani Kupang, Ir. Blasius Gharu, M.Si merespon belasan tuntutan mahasiswa yang melakukan aksi masa, Senin (7/5/2018) lalu.

Mahasiswa Tuntut Keadilan dan Kebebasan, Begini Respon Direktur Politani Kupang
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Direktur Politani Kupang, Ir. Blasius Gharu M.Si

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang), Ir. Blasius Gharu, M.Si merespon belasan tuntutan mahasiswa yang melakukan aksi masa, Senin (7/5/2018) lalu.

Baca: Sebelum Tutup Operasi, Polres Kupang Kota Tilang 60 Pengendara, Ini Pelanggaran yang Dilakukan

Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/5/2018) siang, Blasius mengatakan, apa yang disampaikan mahasiswa adalah hal baik dan harus direspon. Dia telah membuat surat menindaklanjuti hasil tatap muka bersama mahasiswa, Senin lalu.

Gedung Community Center Politani Kupang. Gambar diambil, Rabu (9/5/2018) siang.
Gedung Community Center Politani Kupang. Gambar diambil, Rabu (9/5/2018) siang. (POS-KUPANG.COM/Gecio Viana)

"Saya sudah buat surat tapi belum buat nomor suratnya, saya tanggapi tuntutan satu persatu dan saya akan berikan kepada unit yang menangani masalah-masalah tersebut supaya memperhatikan ini (tuntutan mahasiswa)," jelas Blasius.

Terkait tuntutan mahasiswa yang merasa dipersulit mengakses fasilitas gedung Student Center (SC) dan lantai dua gedung Communite Center (CC), ia menjelaskan, akan menginstruksikan bagian umum untuk mempermudah dan mempercepat prosedur perizinannya.

Baca: Miss V Nikita Mirzani Selesai Operasi, Dipo Latief Harus Puasa Berhubungan Selama 2 Bulan

"Mahasiswa harus menjaga kebersihan ruangan, jangan coret-coret, jangan tempel tapak sepatu di tembok karena fasilitas ini pemeliharaannya mahal. Jadi kita bangun kesepakatan bersama, mahasiswa boleh menggunakan tapi harus juga menjaga," ungkapnya.

Selama ini, kata Blasius, fasilitas gedung ditutup untuk menjaga gedung agar tidak disalahgunakan oleh mahasiswa, sehingga bagi mahasiswa yang ingin menggunakan fasilitas gedung harus membuat pemberitahuan kepada pihak kampus.

"Kalau bisa buat jadwal supaya kita siapkan petugas dan tenaga kebersihan karena gedung tersebut juga digunakan untuk kepentingan institusi," tambahnya.

Keluhan mahasiswa terkait biaya registrasi yang dirasa tidak adil karena ditemukan mahasiswa yang telah yatim piatu masuk dalam kategori tiga yang mengharuskan mahasiswa tersebut membayar biaya registrasi sampai Rp 1,5 juta, Blasius menjelaskan, pihaknya akan melihat kembali.

Akan tetapi, lanjut Blasius, dia memastikan biaya registrasi bagi mahasiswa angkatan 2016 dan 2017 tidak ada yang salah.

"Yang masih tersisa mungkin tahun 2015 yang ada dalam penentuan kategori pembayaran regis karena tidak ada data yang akurat. Jadi mungkin seperti itu," ungkap Blasius.

Ia menjelaskan, selama dua tahun terakhir di universitas yang dipimpinnya, golongan satu yang biaya regisnya sebesar Rp 500 ribu hanya untuk mahasiswa yatim piatu, golongan dua dengan biaya regis Rp 1 juta untuk mahasiswa yang orangtuanya berprofesi petani dan pensiunan serta golongan tiga untuk mahasiswa yang orangtuanya berprofesi sebagai PNS, TNI, Polri dan pegawai BUMN. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help