Frans Lebu Raya dan Lusia Adinda Dipilih Sebagai Ayah dan Bunda Genre NTT
Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan istri Lusia Adinda Lebu Raya dipilih sebagai Ayah dan Bunda Generasi Berencana (GenRe) Provinsi NTT.
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas
POS-KUPANG.COM|ATAMBUA--Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan istri Lusia Adinda Lebu Raya dipilih sebagai Ayah dan Bunda Generasi Berencana (GenRe) Provinsi NTT.
Pengukuhan Ayah dan Bunda GenRe ini ditandai dengan pemberian selempang kehormatan yang bertuliskan Ayah dan Bunda GenRe NTT.
Baca: Uskup Ende Nilai Pembangunan Rusun Bagi CIY Luar Biasa, Ini Alasannya
Baca: Masih Subuh, Warga Kelurahan Kayu Putih Kupang NTT Sudah Teriak-teriak. Ini penyebabnya.

Pengukuhan dilakukan usai acara Pelantikan Pengurus Pimpinan Satuan Karya Pramuka Keluarga Berencana (Saka Kencana), di Aula SMAK Suria Atambua, Kabupaten Belu, Kamis (26/4/2018).
Baca: Sadis! Robertus Dibantai dan Mandi Darah di Dalam Rumah, Depan Mata Istri dan Anak

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru, S.E, M.Ph saat ditemui Pos Kupang mengatakan, pengukuhan Frans Lebu Raya dan Lusia Adinda Lebu Raya sebagai Ayah dan Bunda Generasi Berencana (GenRe) Provinsi NTT memiliki alasan.

Frans Lebu Raya dan Lusia Adinda dinilai sebagai motivator yang selalu mendukung gerakan berencana.
Frans Lebu Raya dan Lusia Adinda selalu hadir dan membantu mensosialisasikan GenRe selama ini.
Keaktifan mereka dalam setiap momen merupakan komitmen yang tinggi menjaga generasi muda bangsa.

"Pak Frans Lebu Raya dan Ibu Lusia sebagai motivator. Mereka selalu mendukung gerakan berencana ini. Kapan saja kita undang, mereka selalu hadir dan mereka tidak pernah tolak," kata Marianus.

Menurut Marianus Gerakan Berencana ini meliputi tiga hal yakni, menghindari seks pra nikah, nikah dini, menjauhi narkoba dan obat-obat berbahaya serta bebas HIV.
Sasaran gerakan berencana ini adalah para remaja usia 10-24 tahun. Pada usia ini, remaja memiliki rasa ingin tahu dan rasa ingin coba yang tinggi.
Untuk itu, sebelum mereka mencoba, perlu dibekali dengan berbagai pengetahuan sebagai bekal untuk membentengi diri dari bahaya seks pra nikah, nikah dini, narkoba dan HIV. (*).