Ya Ampun, Anak Ikan Hiu Marak Jual di Labuan Bajo
Anak ikan hiu dalam kondisi mati marak dijual di pasar ikan di Labuan Bajo bersama berbagai jenis ikan lainnya.
Penulis: Servan Mammilianus | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan wartawan POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus
POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Anak ikan hiu dalam kondisi mati marak dijual di pasar ikan di Labuan Bajo bersama berbagai jenis ikan lainnya.
Ikan yang dilindungi itu, dijual dalam keadaan ekor dan siripnya sudah dipotong.
Diduga sirip dan ekornya dijual terpisah karena harganya relatif mahal dibandingkan dengan tubuhnya.
Keadaan itu dibenarkan oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Ney Asmon.
Baca: Wah! Habis Apel Bupati Kamelus dan Wabup Madur Sidak dan Menemukan Hal Ini
Baca: Begini Isi Curhatan Siswi SMPK Adisucipto Penfui Kupang Pasca Ujian Nasional
Baca: Meski Tak Pakai Komputer, Kepala Sekolah Ini Optimis Siswanya Siap Hadapi UN
Baca: Henderina Malo Kasih Tips Bagaimana Perempuan Bisa Jadi Inspirasi Bagi Banyak Orang
"Pendaratan Ikan Hiu sekarang memang marak. Saya sendiri pernah melihat langsung di pasar ikan. Ini sudah berlangsung lama dan butuh regulasi untuk mengatasinya," kata Ney kepada wartawan, Senin (23/4/2018).
Menurutnya pada tahun 2014 lalu saat dirinya masih bertugas di Bappeda, pemerintah Kabupaten Mabar pernah mengusulkan ke DPRD setempat untuk membahas rancangan Perda yang salah satunya berkaitan dengan perlindungan ikan tertentu, termasuk Hiu.
Namun dalam perjalanan ternyata kewenangan untuk hal itu, dialihkan ke Pemerintah Provinsi.
"Keberadaan Ikan Hiu sangat berkaitan erat dengan pariwisata bahari. Wisatawan yang diving merasakan sensasi di bawah air laut saat melihat Ikan Hiu berenang," kata Ney.
Baca: Heboh! Jaksa Cantik Shirley Manutede Ajak Perempuan Jadi Good Driver, Apa Maksudnya?
Baca: Dokter Yovita Mitak Ini Yakin Banget Estafet Kartini Masih Berjalan di Jaman Now, Kenapa?
Baca: Suami dan Selingkuhan Sewa Pembunuh Bayaran untuk Menembak Istrinya, Begini Akhir Ceritanya