Dari Ruang Diskusi Publik Perempuan Pemimpin, Punya Tiket Dulu Baru Bisa memilih, Tiket Apa?

Warga NTT yang ingin memilih pemimpinnya baik di tingkat kabupaten kota dan propinsi dalam pilkada dan pilgub NTT, diwajibkan memiliki tiket.

Dari Ruang Diskusi Publik Perempuan Pemimpin, Punya Tiket Dulu Baru Bisa memilih, Tiket Apa?
POS KUPANG/VEMY LEO
Suasana Diskusi Publik Perempuan Pemimpin, Pemilih Aktif dan Cerdas, di Redaksi Pos Kupang, Kamis (19/4/2018) 

Laporan Wartawan POS KUPANG.COM, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Warga NTT yang ingin memilih pemimpinnya baik di tingkat kabupaten kota dan propinsi dalam pilkada dan pilgub NTT, diwajibkan memiliki tiket.

Tiket seperti apa dijelaskan oleh Thresita selaku Komisoner KPU NTT, dalam diskusi Publik Perempuan Pemimpin, Pemilih Aktif dan Cerdas, Kamis (19/4/2018),di harian pagi Pos Kupang.

Baca: Netizen Penasaran, Putri Marino Hamil Muda Tapi Perutnya Sudah Terlihat Buncit

Baca: Berupaya Tampil Menawan di Rumania, Ternyata Ada Bagian Fashion Syahrini yang Bikin Miris!

"Ingin menjadi peimilih maka harus punya tiket. Tiket itu adalah dokumen. Pastikan anda punya KTP elektronik. Karena dokumen adalah tiket menuju DPT. Jika tidak punya NIK, NKK itu kita tidak bisa masukan ke pemilih. Dan tiket menuju DPT adalah KTP Elektronik," kata Thresita.

Suasana Diskusi Publik Perempuan Pemimpin, Pemilih Aktif dan Cerdas, di Redaksi Pos Kupang, Kamis(19/4/2018)
Suasana Diskusi Publik Perempuan Pemimpin, Pemilih Aktif dan Cerdas, di Redaksi Pos Kupang, Kamis(19/4/2018) (POS KUPANG/VEMY LEO)

Thresita juga meminta pemilih bisa mengenali calon dan rekam jejak.

"Kami juga berharap Warga NTT yang sudah memenuhi syarat untuk memilih, diharapkan jangan lagi jadi golongan putih (golput)," kata Thresita.

Diskusi publik bertema Perempuan Pemimpin, Pemilih Aktif dan Cerdas, Kamis (19/4/2018) berlangsung di Aula Harian Pagi Pos Kupang.

Baca: Lima Pembicara Hebat ini Bicara Soal Pemimpin Perempuan

Baca: Dorce Gamalama Buat Statement Mengejutkan Soal Transgender, Netter Bangga!

Diskusi ini diselenggarakan oleh Konsorsium Timor Adil dan Setara, yang terdiri dari LBH APIK NTT, Sanggar Suara Perempuan, Yayasa Bife Kuan (Yabiku), CIS Timor, Bengkel Appek, Koalisi Perempuan Indonesia untuk Keadilan dan Persamaian, Lopo Belajar Gender.

Hadis dalam diskusi itu Pemimpin Perusahaan PT Timor Media Grafika, Marina Napitupulu, Pemred Pos Kupang, Dion DB Putra, sejumlah pimpinan LSM, WKRI, Dinas terkait, Perwakilan TNI/Polri. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help