Ungkap Kematian Meri Faot Aparat Polres Kupang Aman Riko Tabun

Korban datang ke rumah saya mengaku masih nona-nona dan mau menikah dengan suami saya. Ini siapa yang tidak marah.

Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
zoom-inlihat foto Ungkap Kematian Meri Faot Aparat Polres Kupang Aman Riko Tabun
pos kupang.com, dion kota
satu unit mobil yang terparkir di halaman belakang rumah Riko Tabun, dimana ditemukan beberapa pakaian yang kemudian diamankan aparat Polres Kupang.

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Dion Kota

POS KUPANG.COM, SOE - Riko Tabun, warga desa  Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan diamankan aparat Polres Kupang terkait kasus kematian Meri Faot yang ditemukan merenggang nyawa di bukit cinta, Penfui, Minggu (18/3/2018) lalu.

Riko sendiri ketahui sempat menjalani hubungan cinta terlarang dengan korban sebelum akhirnya korban ditemukan tewas.

Federika Tabun Shio (34), istri Riko Tabun yang ditemui pos kupang, Selasa (20/3/2018) membenarkan hubungan cinta terlarang suaminya dengan korban.

Ia mengaku, pada Januari lalu, korban sempat datang ke rumahnya dan mengaku akan menikah dengan Riko. Hal tersebut membuat Federika naik pitam hingga akhirnya terjadi perang mulut antara dirinya dan korban.

Beruntung perang mulut tersebut tidak sampai berujung aduh jotos karena cepat direrai warga yang langsung membawa korban pergi.

"Korban datang ke rumah saya mengaku masih nona-nona dan mau menikah dengan suami saya. Ini siapa yang tidak marah. Saya tanya dia, kamu dua (korban dan Riko) ada hubungan apa, dia tidak jawab. Dia malah suruh saya tanya suami saya. Saya langsung marah saat itu. Karena terlalu emosi, saya sampai pukul suami saya," ungkap Federika.

Usai pertengkaran hebat tersebut, Federika mengaku, korban cepat diamankan warga ke dalam sebuah mobil dan diantar pulang. Saat itu, karena korban mati-matian tidak mau pulang jika tidak diantar Riko, akhirnya Riko pun ikut naik ke dalam mobil tersebut.

Pasca pertengkaran tersebut, biduk rumah tangga Riko dan Federika menjadi renggang. Bahkan, keduanya sampai memutuskan untuk pisah ranjang. Setelah kejadian tersebut, Riko pun jarang berada di rumah dengan alasan bekerja di luar kota di Soe bahkan bekerja di Kota Kupang.

" Riko memang jarang berada di rumah karena harus bekerja sebagai tukang hingga ke Kota kupang, dimana korban juga bekerja di sana. Tetapi sesekali Riko tetap pulang ke rumah. Selama pekan kemarin, Riko selalu pulang ke rumah. Termaksud saat aparat kepolisian datang mengamankan dia. Saat itu, dia sedang tidur karena aparat kepolisian datang pada Senin ( 19 / 3/2018) dini hari," ujarnya.

Ketika ditanyakan apakah dirinya yakin suaminya bukan pembunuh korban, Federika hanya menjawab Tuhan yang tahu.

Ia mengatakan, tidak setiap saat berada bersama sang suami. Tetapi kemana pun suaminya pergi, dan apa yang dilakukannya selalu diketahui oleh Tuhan. Oleh sebab itu, dirinya menyerahkan semuanya kepada proses hukum untuk pembuktianya.

" Sekarang polisi sudah bawah dia, nanti lihat saja kedepan," pungkas ibu empat orang anak ini.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang, pada Selasa (20/3/2018) aparat Reskrim Polres Kupang sempat mendatangi kembali rumah Riko.

Aparat yang berjumlah kurang lebih empat orang tersebut, mengeledah halaman belakang rumah Riko dan mengamankan beberapa pakaian dari dalam sebuah mobil rusak yang ditutup dengan tarpal.

Selain mengamankan beberapa pakaian, aparat Polres Kupang juga mengamankan seorang warga Kesetnana lainnya guna diminta keterang terkait kematian Meri Faot. (*)

Baca: Mengapa Hotel Puncak Waringin di Labuan Bajo Dirobohkan?

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved