KASIHAN! Pedagang Di Pasar Wolowona Ende Berjualan di Antara Lumpur dan Sampah

Pemkab Ende telah menyediakan lapak namun para pedagang lebih memilih berjualan di luar dibandingkan.

KASIHAN! Pedagang Di Pasar Wolowona Ende Berjualan di Antara Lumpur dan Sampah
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi pasar berlumpur 

Laporan Reporter Pos Kupang.com, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM|ENDE - Sejumlah pedagang di Pasar Wolowona, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, terpaksa harus berjualan menggelar barang dagangan mereka di antara tumpukan sampah dan lumpur.

Pantuan Pos Kupang, Sabtu (10/3/2018) terlihat para pedagang dengan menggelar alas seadanya untuk berjualan barang dagangan mereka yang justru berada di antara tumpukan sampah dan tanah berlumpur.

Baca: Bawang Merah Dari Rote Ndao Mulai Masuk Kupang

Kepada Pos Kupang mereka mengaku terpaksa berjualan di tempat seadanya karena tidak memiliki lapak dagang yang disediakan pemerintah.

Baca: Pengakuan Warga Malaka, BKH Punya Komitmen Berantas Human Trafficking

Meskipun berjualan di antara tumpukan sampah dan tanah berlumpur para pedagang mengaku mereka tetap diminta membayar retribusi pasar sebesar Rp 2 ribu.

Secara terpisah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende, Sebastinus Bele mengatakan bahwa Pemkab Ende sebenarnya telah menyediakan lapak namun entah mengapa para pedagang lebih memilih berjualan di luar dibandingkan di dalam pasar yang sudah tersedia lapak. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved